Guru Memiliki Aib, Begini Tanggapan Murid yang Benar

Guru Memiliki Aib, Begini Tanggapan Murid yang Benar

Siapa yang tidak pernah berbuat kesalahan? Tidak ada. Semua orang pasti pernah melakukannya. Efeknya adalah semua orang juga pasti memiliki aib. Entah sekali atau dua kali, yang penting punya.

Dalilnya adalah dari sabda Nabi SAW. Beliau pernah bersabda yang memiliki arti sebagai berikut: “Setiap anak bani Adam tentu pernah berbuat salah, dan sebaik-sebaik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” Dari sini mendapat kesimpulan bahwa semua orang pernah berbuat salah.

Artinya apa sih? Jika seseorang melakukan kesalahan, netizen bakal memandang buruk orang itu. Bukankah aib itu adalah sesuatu yang membuat seseorang terlihat buruk? Contohnya saja, memiliki bekas luka yang mengerikan di wajahnya.

Aib sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu cela, noda, salah, dan keliru. Jadi, kesimpulannya ialah semua orang pernah berbuat salah yang mengindikasikan kalau seluruh manusia memiliki aib.

Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk seorang idola Anda. Bisa jadi artis atau aktor terkenal pujaan Anda ternyata memiliki bisul yang banyak di pantatnya. Termasuk guru. Guru juga pastinya mempunyai aib, barang hanya sekali.

Meski guru itu tuntutannya untuk menjadi teladan bagi muridnya, bukan berarti mereka tidak pernah melakukan kesalahan. Ini juga berarti seorang guru adalah manusia biasa yang juga memiliki aib.

Masalahnya adalah bagaimana kita menanggapi guru yang aibnya diketahui? Apakah akan berpikiran baik dan mengabaikannya atau malah suuzan sampai menimbulkan rasa benci?

Guru Memiliki Aib, Begini Tanggapan Murid yang Benar

Ketika seseorang berprasangka baik kepada gurunya, maka ia akan bersikap seperti biasa dan tidak berusaha menjauhinya atau malah membecinya. Walaupun dia telah mendengar salah satu keburukan gurunya dari temannya.

Misalnya temannya bilang kepadanya, gurunya itu sukanya mengibul. Apapun yang dia katakan sebenarnya hanyalah sebuah imajinasi. Meski begitu, jika orang itu husnuzan, ia akan tetap percaya kepada gurunya, selama dalam batas kewajaran.

Berbeda apabila seseorang berpikiran buruk. Tatkala ia mendengar temannya berkata bahwa gurunya suka mengibul, ia akan menjauhi gurunya dan kehilangan kepercayaan. Lebih buruk lagi jika orang itu membenci gurunya. Seandainya sudah sampai level ini bisa gawat ilmu dan masa depan orang itu. Lantaran ilmunya tidak mendapat berkah dari gurunya.

Seorang murid memiliki kewajiban untuk memuliakan, menghormati, dan mentaati gurunya. Sebagaimana hadis Nabi SAW, “Barang siapa memuliakan orang alim (guru) maka ia memuliakan aku. Barang siapa memuliakan aku maka ia memuliakan Allah. Dan barang siapa memuliakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga.”

Sekarang bagaimana jika seorang murid malah berbalik membencinya? Bukankah ia sudah menyalahi hadis di atas? Kalau sampai guru itu tidak rida dengan si murid, ia tidak punya harapan untuk sukses. Baik dampak kegagalannya di dunia atau di akhirat atau malah keduanya, pastinya akan ada akibat dari orang yang mendapat kebencian gurunya.

Seumpama sebatas berprasangka buruk, palingan dampaknya hanya ke dirinya sendiri. Akan tetapi kalau sudah naik level ke gibah ini benar-benar tidak tertolong.

Seorang murid berprasangla buruk kepada gurunya. Alhasil ia menjadi orang yang membenci gurunya. Sudah hanya sebatas dirinya saja. Berbeda dengan gibah. Tingkatan ini bukan hanya membuat dirinya saja yang benci, tapi orang-orang yang mendengarnya juga.

Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap sebelum belajar berdoa dulu. Berdoa agar ia tidak ditampakkan kejelakan-kejelekan gurunya sehingga dapat terhindar dari prasangka buruk dan gibah yang bisa berdampak kepada keberkahan ilmunya.

Melansir dari Imam An-Nawawi, dalam kitabnya At-Tibyan fi Adab Hamalati Al-Qur’an, begini doanya agar tertutup aib guru:

اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّي وَلَا تُذْهِبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّي

“Ya Allah tutupilah aib guruku dariku dan jangan hilangkan keberkahan ilmunya dariku.”

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex