Faedah Salat

PASAR WAQI’AH

Ada riwayat dari Abu Daud yang mengatakan bahwa ketika Nabi Muhammad Saw. mengalami kejadian yang kurang enak beliau segera melaksanakan salat. Begitu pula sebelum peristiwa besar seperti perang badar, peperangan antara 313 pasukan muslim melawan seribu pasukan Suku Quraisy. Ada sahabat yang melihat beliau sedang salat di malam hari sebelum perang badar.

Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran bahwasanya Nabi Muhammad saat menemui kesusahan, perkara yang mengagetkan dan perkara tidak mengenakkan yang lain, beliau melaksanakan salat. Bahkan dalam peristiwa besar seperti perang pertama, perang badar, pun beliau sempatkan untuk bermunajat kepada Allah. Yakni dengan salat untuk meminta pertolongan-Nya. Allah Swt. Berfirman:

…وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat” (QS. Al Baqarah: 45)

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menerangkan lafaz as-shobru bisa diartikan dengan puasa. Sebab puasa termasuk dalam sabar. Ada juga yang mengatakan lafaz as-shobru itu amalan batin, sedang lafaz as-sholah merupakan amalan lahir. Oleh karena itu, jika keduanya ini digabungkan akan menjadi sebuah jalan yang kuat dalam mendapat pertolongan Allah.

*Faedah bis-shobri Was-sholah*

Dikisahkan, dahulu ada seorang petani yang menginginkan anaknya bisa menjadi seorang raja. Kemudian, untuk mewujudkan cita-citanya itu, ia mendatangi banyak peramal. Namun sayang, peramal yang ia datangi semuanya mengatakan bahwa cita-citanya itu adalah hal yang mustahil.

Karena tekatnya kuat, hatinya tak goyah, ia menemui seorang kiai untuk dimintai saran agar anaknya bisa menjadi raja. Diutuslah ia oleh sang kiai untuk berpuasa. Ia pun melakukannya selama bertahun-tahun. Akhirnya pertani itu mempunyai anak yang memimpin daerahnya hingga berpuluh-puluh tahun. Itulah faedah as-shobru (sabar dalam puasa).

Untuk faedah as-sholah, ada salah satu sahabat Anshor yang sering melakukan kejelekan. Saking jeleknya, hingga tidak ada kejelekan di dunia ini yang belum pernah dia lakukan. Lalu dia mengatakan keadaannya itu kepada Nabi Muhammad. Beliau pun menyuruhnya untuk memperbanyak salat.

Nabi berkata kepada sahabat yang lain agar membiarkannya. Menurut beliau, sahabat Anshor itu akan sadar dengan sendirinya dengan memperbanyak salat. Seiring berjalanya waktu, sahabat Anshor itu mulai meninggalkan kebiasaan buruknya. Kisah ini cocok dengan firman Allah:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perkara yang keji dan munkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Menurut Imam ibnu Qoyyim Al-Jauziah salat memiliki beberapa faidah. Di antara adalah sebagai berikut:

1. Menarik rezeki.

2. Menjaga kesehatan.

3. Menolak penyakit.

4. Membuat hati senang.

5. Menghilangkan sifat malas.

6. Menjauhkan diri dari setan.

7. Mendekatkan diri kepada Allah.

8. Salah satu cara mendidik anak agar menjadi anak yang saleh.

*Sebuah Penghubung*

Salat merupakan penghubung antara hamba dengan Tuhannya. Ibnu Mas’ud membuat perumpamaan salat seperti mengetuk pintu raja. “Barangsiapa yang sering mengetuk pintu raja maka suatu saat pintu itu akan dibukakan untuknya,” katanya. Maka, jika seseorang itu sering mengetuk pintu Allah dengan salat, ia akan dibukakan pintu rahmat oleh Allah.

Dahulu kala, ada orang bernama Ali Zainal Abidin As-Sajjad yang setiap harinya salat sebanyak seribu rakaat. Ada juga Sultan bernama Abdullah bin Rasyid yang setiap malamnya salat seratus rakaat. Dan dari golongan perempuan ada yang namanya Rabiatul Adawiyah. Ia setiap malam salat seribu rakaat.

Suatu saat ada seseorang yang penasaran dengan kelakuan Rabiatul Adawiyah. Lalu, orang itu pun menanyakan alasan Rabiah salat seribu rakaat dalam semalam. Rabiah pun menjawab, “Demi Allah, aku tidak mengharapkan suatu ganjaran. Yang aku harapkan di akhirat nanti adalah agar Nabi bisa berbangga dengan umatnya yang bisa salat seribu rakaat dalam semalam.”

Maha besar Allah yang telah memerintahkan kita untuk menunaikan Salat. Sebab dibalik kewajiban itu, Allah menyelipkan banyak faedah yang jarang diketahui umat Islam sendiri. Wallahu a’lam.

Lebih lengkapnya silahkan ikut pengajian Pasar Waqiah Ramadhan yang digelar ba’da isya di masjid An-Nur II. Dan setiap harinya akan diisi dengan materi berbeda-beda.

*disarikan dari kajian ilmiah Pasar Waqiah Ramadhan oleh Kiai Zainuddin Badruddin.

(Didin/Lingkar Pesantren)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: