<strong>Dogmatis Agama dan Sains</strong>

Teori-teori dalam pandangan agama dan sains membuat banyak orang saling bertentangan. Tak sedikit penjelasan menurut agama berbeda dengan sains, bahkan berbanding terbalik. Perbedaan ini karena agama yang bersifat dogmatis atau tetap sampai kapan pun, sedangkan sains bersifat tentatif atau dapat berubah sewaktu-waktu. Buktinya banyak sekali.

Dari segi dogmatis agama, salah satu buktinya adalah salat. Salat merupakan salah satu kewajiban seluruh umat muslim sebab Allah sudah memerintahkannya kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6. Akibatnya sampai hari akhir pun salat tetap salat. Tidak ada hukum apapun yang dapat mengubah wajibnya salat. Hanya waktu dan keadaan yang mengubah pelaksanaannya. Misalnya saat pandemi Covid-19, salat tetap wajib, tapi pelaksanaannya secara sendiri.

Berbeda dalam pandangan sains, contohnya ialah hukum gravitasi. Awalnya Isaac Newton menemukan teori gravitasi pada tahun 1600-an. Newton mengungkapkan bahwa gravitasi ialah gaya tarik yang bergantung pada masa suatu benda, seperti apel yang jatuh ke bawah karena tarikan bumi yang bermassa sangat besar. Semakin besar massanya, semakin kuat tarikannya. Banyak orang setelah itu berdasar pada Newton tentang gravitasi.

Namun tiga abad setelahnya, seorang ilmuwan yang menyempurnakan teori gravitasi Newton yaitu Albert Einstein. Einstein mengungkapkan bahwa perkara yang menarik benda ke pusat bumi bukanlah gravitasi, melainkan lengkungan ruang-waktu. Teori ini disebut relativitas. Hal ini membuktikan bahwa sains bersifat tidak tetap atau tentatif.

Bedanya Agama dan Sains dalam Satu Perkara

Lalu, terkait perbedaan lainnya terletak pada hakikat suatu hal, kita ambil contoh fenomena alam yaitu petir. Menurut sains, petir adalah pelepasan listrik sebab ketidakseimbangan antara awan badai dan tanah atau dalam awan itu sendiri. Petir bisa menyambar benda-benda di bumi karena adanya muatan negatif pada bagian bawah awan dan muatan positif pada benda di bumi. Oleh sebab itu, terjadi aliran listrik dari awan ke benda di bumi.

Sedangkan sisi agama mendefinisikan petir tidak seperti itu. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ar-Ra’du (petir) adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Tirmidzi) Malaikat mendapatkan tugas dari Allah untuk menggiring awan di langit sesuai keinginan-Nya dan membawa cambuk api.

Selain itu, petir juga menghasilkan suara yang besar yang disebut guruh atau guntur. Menurut pandangan sains, guntur merupakan hasil dari gesekan awan-awan yang bermuatan listrik. Berbeda lagi dari sisi agama, sebenarnya guntur adalah suara petir yang sedang bertasbih kepada Allah karena takut. Sebagaimana dalam surah Ar-Ra’d ayat 13, “Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya….”

Begitu juga terkait awal permulaan manusia. Menurut sains, terdapat banyak spekulasi terpaut awal mula manusia, salah satunya manusia berawal dari kera yang berevolusi. Namun dalam agama, awal mula manusia tidak berasal dai apa-apa melainkan manusia itu sendiri yang pertama yaitu Nabi Adam AS.

Dari penjelasan tersebut, keterangan suatu hal menurut sains saling berlawanan dengan agama. Hal itu lah yang menyebabkan perdebatan. Meski begitu, konflik tersebut tidak begitu buruk. Justru teori yang sains kemukakan menjadi penguat dalil yang ada dalam dogmatis agama.

Bukti-bukti yang tertera dalam sains menunjukkan kepada seluruh manusia bahwa itu merupakan tanda kebesaran Allah Yang Maha Pencipta. Dengan ini, mestinya menjadikan orang-orang semakin beriman kepada-Nya. Sebenarnya dalil-dalil seperti Al-Quran dan hadis bagai rumusan saja. Sedangkan sains adalah hasil penelitian dari apa yang ada di dalam dua hal di atas.

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Sumber:

https://www.kompasiana.com/danilewis/5abd5474f13344055855fa52/agama-vs-sains

https://www.kompas.com/sains/read/2022/10/18/130200423/apa-itu-petir-fenomena-yang-muncul-saat-hujan-deras?page=all

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6333821/doa-ketika-melihat-petir-lengkap-dengan-latin-dan-artinya#:~:text=Rasulullah%20SAW%20dalam%20hadits%20yang,awan%20sesuai%20dengan%20kehendak%20Allah.%22

Artikel Terbaru

Comment (1)

  1. by admin, Maret 17, 2023

    Terima kasih informasinya

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex