Diundang Kementrian, MB An-Nur Al-Murtadlo Tampil di Jakarta

Usia muda bukanlah suatu halangan untuk tampil di depan. Baru memperingati hari lahirnya yang pertama, 20 Oktober lalu, Marching Band An-Nur Al-Murtadlo kembali tampil di arena. Kali ini mereka tampil di Istora, Senayan, Jakarta Pusat untuk mengisi HUT Korpri (Korp Pegawai Republik Indonesia) yang ke-47.

Pertengahan bulan Oktober lalu, Mentri Pariwisata, Bpk. Arif Yahya, melalui staffnya, Bpk. Agus Riyanto menyaksikan penampilan MB An-Nur Al-Murtadlo di GOR Ken Arok, Malang. Sejak itu latihan intensif dilaksanakan. Sesuai permintaan dari kementrian, MB An-Nur membawakan lagu The Darkness, The Massage, dan The Glory pada penampilan pembuka dan lagu daerah seperti Yamko Rambe Yamko dari Papua, serta lagu nasional Rayuan Pulau Kelapa pada penampilan puncak.

Bersama 770 grup seni kebudayaan dari seluruh Indonesia, tim Marching Band yang dilatih oleh Grup Pandawa ini tampil pada acara puncak, hari ini 29 November di Istora, Senayan. Ini merupakan rencana akhir dari penyelenggara. Sebagaimana disebutkan oleh Malang Pos, MB An-Nur akan tampil di Jakarta dan Bali. Namun karena sebuah alasan, seluruh acara dipusatkan di Senayan.

*Hari Pemberangkatan*

Pemberangkatan ke Jakarta dibagi dalam dua rombongan. Rombongan pertama berangkat pada 26 November lalu dari Bandar Udara Abdurrahman Saleh, Malang. Rombongan yang langsung dipimpin oleh Pak. Fathullah ini tiba di Jakarta sore harinya.

Sedang rombongan kedua, diberangkatkan di keesokan harinya, 27 November, bersama pengurus dari SMP, SMA An-Nur, asatid, dan pengasuh, Kiai Husni Mubarok dan KH. Damhuji.

Setibanya di Jakarta, para personil bersama pendamping menginap di Hotel Samala, Cengkareng, Jakarta Barat. Untuk latihan dan tampil di Istora, mereka berangkat dengan bus secara bersama-sama.

Sebelum tampil, panitia acara telah mengadakan uji area sebagai persiapan, satu hari sebelumnya, 28 November lalu. Pak. Fathullah menyatakan timnya cukup siap untuk membawakan semua lagu yang akan ditampilkan. “Untuk persiapan, anak-anak sudah siap,” ujarnya ketia ditemui Media-Tech An-Nur II sebelum pemberangkatan.

“Perform saya yakin sudah siap semua, semoga bisa tampil maksimal di sana nanti,” tambah Ari Rosiaji yang tampil sebagai Field Commander.

*Tampil Maksimal, Berkolaborasi dengan Budaya Nusantara*

Menjadi santri bukanlah halangan untuk tampil kolaborasi dengan grup-grup lain di even nasional. Di bawah sorot lampu panggung, Marching Band An-Nur Al-Murtadlo berhasil menghipnotis ribuan penonton yang hadir di Istora, Senayan. “Luar biasa! Mereka mampu berkolaborasi dengan budaya nusantara,” ujar Pak. Sofwan, Humas SMP An-Nur yang turut ke Jakarta.

Para penonton dan Presiden Joko Widodo, yang turut hadir, terkesima dengan penampilan ‘anak pondokan’ itu. “Para penonton antusias dan bangga, ternyata pondok pesantren mampu tampil di acara ini,” tambahnya.

Rasa bangga dari para personil pun tidak dapat digambarkan. Mereka merasa senang karena mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga. Berkat persiapan yang matang, mereka tidak merasa gugup meski pertama kali tampil di even yang besar ini.

Apresiasi datang dari berbagai pihak. KH. Damhuji menyatakan santri-santri An-Nur bermain sangat bagus. Selain itu, Bapak Surya, selaku sutradara dalam pementasan ini, juga memberikan apresiasi dan berencana untuk mengajak MB An-Nur Al-Murtadlo untuk kolaborasi pada acara-acara yang lain.

Tampil di even nasional merupakan cita-cita semua pihak, khususnya Pak. Fathullah sebagai pelatih yang juga alumni senior Pondok Pesantren An-Nur II. Namun tidak berhenti di sini. Beliau berharap even ini bisa menjadi ‘batu loncatan’ untuk selanjutnya dapat tampil pada even international. “Harapannya setelah tampil ini MB An-Nur (Al-Murtadlo) bisa lebih besar lagi, bisa tampil ke luar negri,” tutur beliau.

Karena, menurut Pak. Fath, marching band bukanlah pertunjukan yang khusus bagi kalangan tertentu. Namun marching band adalah seni musik yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.

Maka dari itu, Marching Band An-Nur Al-Mutadlo masih punya mimpi yang panjang. Dan ini merupakan langkah awal dari sebuah mimpi besar.

(MFIH/Media-Tech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: