Demi Hadiri Peresmian Masjid Suharti Arifin, Menko PMK Batalkan Beberapa Agenda

“Sebenarnya saya ada agenda di Purwokerto, sengaja saya batalkan untuk menghadiri peresmian Masjid Suharti Arifin hari ini,” ungkap Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan, dalam sambutannya di acara peresmian Masjid Suharti Arifin, Ahad 30 Juli 2023 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”.

Peresmian Masjid Suharti Arifin

Pukul 09.45 WIB anggota keluarga besar PT. Polowijo Gosari beserta rombongan yang berjumlah 120 memasuki area pondok pesantren dengan pengawalan Patwal (Patroli dan Pengawalan). Kehadiran mereka ialah untuk meresmikan masjid hibahan mereka yang telah rampung pembangunannya dalam waktu enam bulan.

Sesampainya di pondok An-Nur II, panitia mengarahkan mereka ke Pendopo Al-Badari di selatan Raudlah Kiai Bad, untuk bercengkerama dengan Majelis Keluarga sembari menunggu tamu undangan yang lain. 

Turut hadir pula dalam acara ini ialah Pengasuh Pondok Modern Al-Rifa’ie 2, Bupati Malang, Kepala Kantor Bea Cukai Kota Malang, Ketua PBNU, Kepala Disperindag Jatim dan Menko PMK.

Acara berlangsung di depan Masjid Suharti Arifin dengan kurang lebih 150 hingga 200 undangan. Tak hanya hadir, beberapa pejabat juga kebagian kesempatan memberikan sambutan.

Sambutan pertama datang dari Kiai Fathul selaku tuan rumah. Beliau mengisahkan komentar H. Didik Arifin di awal kunjungannya ke An-Nur II, “Pak Didik itu bilang, ‘Masjidnya kok kecil?’.” 

Lebih lanjut beliau menceritakan alasan Masjid An-Nur II belum mengalami peremajaan hingga kini, “Dulu saya tanya ke Abah (Kiai Bad), sama beliau dijawab ‘biyen iku seng jariyah ikhlas-ikhlas, lek dibongkar kuwatir gak barokah’.

Di akhir sambutannya, beliau mengajak hadirin untuk menghadiahkan Fatihah kepada para ahli kubur keluarga besar Polowijo Gosari Group.

Sambutan selanjutnya datang dari H. Didik Pribadi Arifin selaku Direktur Polowijo Gosari Group. Pria yang pernah menjuarai Turnamen Golf IPOC 2019 ini menyampaikan harapan besarnya agar Masjid Suharti Arifin bisa bermanfaat bagi para santri.

Pak Didik juga menjelaskan bahwa nama Suharti Arifin adalah permintaan dari ibunya, Hj. Suharti, “Ibu saya minta kalau bisa namanya Suharti Arifin. Alhamdulillah namanya diterima di An-Nur II.”

Setelah itu Hj. Suharti dan Kiai Fathul menandatangani Piagam Masjid dan MoU (Memorandum of Understanding) dari Polowijo Gosari Group.

Kepala Disperindag dan Menko PMK Beri Sambutan dalam Acara Peresmian Masjid Suharti Arifin

Usai penandatangan piagam sebenarnya ada sambutan dari Gubernur Jawa Timur. Namun, Bu Khofifiah berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Disperindag Jatim, Dr. Iwan, S.Hut., M.M. 

Iwan berharap, pelaku usaha yang lain bisa meniru apa yang Polowijo Gosari Group telah lakukan.

Sambutan selanjutnya berasal dari Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Pria yang pernah menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang selama 16 tahun tersebut mengaku sengaja membatalkan beberapa agendanya demi menghadiri peresmian masjid ini.

Hal itu dia lakukan karena kedekatannya dengan keluarga besar Polowijo Gosari Group sejak dia menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

Tidak berhenti di situ, dia juga menyampaikan harapannya untuk An-Nur II bahwa kelak akan menjadi Center of Excellence seperti Universitas Muhammadiyah Malang.

Usai menyampaikan sambutan, Keluarga Besar Polowijo Gosari Group dan Majelis Keluarga menemani Menko PMK menandatangani prasasti.

Setelah itu, Drs. Gus H. Khairuddin Ak., M.S.I., membacakan doa. Beliau juga berharap hubungan antara Polowijo Gosari Group dan Pondok Pesantren An-Nur II bisa tetap berlanjut hingga masa-masa mendatang.

Pamungkas acara tersebut adalah pemotongan pita dan penerbangan balon.

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II