Demam Lato-lato di An-Nur II

Maraknya permainan Lato-lato menarik perhatian untuk mengadakan perlombaan permainan tersebut. Hal ini sekaligus menimbulkan rasa penasaran, apakah perlombaan permainan tradisional ini bisa terlaksana di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”.

Hari Jumat, 06 Januari 2023, terselenggara Lomba Lato-lato dalam rangka mendukung berjalannya program “Pesantren Ramah Santri”. Perlombaan ini terlaksana di halaman barat SMP An-Nur dengan peserta dari santri kelas 1 SMP dan MI. Kontestan merupakan dua santri perwakilan tiap kelas. Ustaz Rafif Diva selaku Ketua Ekstrakurikuler menyampaikan alasan mengapa peserta hanya kelas 1 SMP dan MI, “Karena yang masih bau-bau rumah kan santri-santri yang baru, jadi rasa bermainnya full dan energik.”

Perlombaan Lato-lato ini merupakan keinginan dari Kiai Ahmad Zainuddin, M.M. “Ini karena arahan langsung dari pihak pengasuh. Beliau ingin bahwasanya di pondok ini tetap seperti biasanya, santri-santri mondok tidak ada yang tidak kerasan. Harapannya dengan adanya lomba Lato-lato ini, anak-anak bisa kerasan,” ungkap Ustaz Rafif.

Kemeriahan Perlombaan Lato-lato

Jumat pagi, MC membuka acara. Setelah itu, panitia memulai perlombaan berupa babak penyisihan dari 26 peserta. Tidak hanya peserta, teman-teman mereka dari asrama Billah 1, 2, dan 3 juga turut hadir sebagai suporter. Maka dari itu, nantinya akan ada perlombaan yel suporter terbaik.

Dalam babak penyisihan, seluruh peserta berjajar dua baris dan saling berhadapan. Pendukung mereka juga mengelilingi area perlombaan. Tak lama, MC menghitung mundur memulai pertandingan. “Tiga… Dua… Satu….” Serentak para kontestan memainkan Lato-latonya. Suara bising tek-tek Lato-lato terdengar di seluruh lapangan. Para suporter tak kalah bising menyoraki delegasi mereka.

Semakin lama, pertandingan semakin sengit. Satu persatu peserta gugur karena Lato-latonya terhenti. Setelah beberapa waktu, hanya tersisa 8 santri. MC pun menghitung mundur memberhentikan pertandingan. MC mengumumkan bahwa babak final dan perlombaan yel suporter terbaik berlanjut bakda Asar.

Bakda Asar, para finalis dan suporter kembali ke tempat yang sama. Pada sesi ini, para suporter duduk di depan pentas sesuai asrama masing-masing. Sedangkan finalis berbaris di depan mereka. Sebelum memulai babak final, MC menguji semangat mereka dengan yel.

Selanjutnya MC pun memulai babak terakhir ini. Serentak para finalis memainkan Lato-latonya. Tak lama ada satu peserta yang tereliminasi dan 7 lainnya tetap berlanjut. Merasa terlalu lama, MC pun membuat tantangan untuk mereka. Saat musik terdengar, para kontestan harus berjoget sambil memainkan Lato-lato.

Pada sesi ini, pertandingan berjalan sengit. Saat MC menyalakan musik, mereka langsung berjoget. Para pendukung mereka juga bersorak ria. Satu per satu peserta berguguran dengan cepat karena sulitnya bermain Lato-lato sambil berjoget. Hingga akhirnya, muncul lah juara dari perlombaan kali ini.

Acara pun berlanjut ke perlombaan yel suporter terbaik. Pada sesi ini, setiap asrama memiliki pemimpin masing-masing untuk menyorakkan yel. Satu per satu asrama menunjukkan bakatnya. Usai pertandingan yel, acara berlanjut menuju sesi pembagian hadiah. Di sini, para pemenang Lato-lato juara 1, 2,dan 3 mendapatkan piala dan uang pembinaan. Sementara pemenang suporter terbaik mendapatkan sekardus makanan ringan.

Usai perlombaan selesai, Ustaz Rafif Diva mengungkapkan kesan yang menarik. “Untuk kesan saya, mungkin terdengarnya Lato-lato ini meresahkan di telinga, tapi ketika dilombakan seru-seru juga dan banyak peminatnya,” Ujar Ustaz Rafif.

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2025 Mediatech An-Nur II. All Rights Reserved.