Daurah Ilmiah: Ilmu atau Harta, Mana yang Lebih Penting?

وفي رواية كميل بن زياد النخعي عن علي عليه السلام عَنْهُ قال:

” العلم خير من المال ؛ لأن المال تحرسه والعلم يحرسك ، والمال تفنيه النفقة والعلم يزكو على الإنفاق ، والعلم حاكم والمال محكوم عليه ، مات خزان [المال]وهم أحياء ، والعلماء باقون ما بقي الدهر ، أعيانهم مفقودة ، وآثارهم في القلوب موجودة.”

“Dan dalam riwayat dari Kumail bin Ziyad An-Nakhai, dari Sayidina Ali ia berkata:

Ilmu lebih baik daripada harta, karena harta itu engkau yang menjaganya, sedangkan ilmu itu yang menjagamu. Harta akan habis jika dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan (dibagikan). Ilmu adalah penguasa, sedangkan harta dikuasai (oleh pemiliknya). Para penjaga harta mati sementara mereka masih hidup, sedangkan para ulama tetap hidup selama masa masih berjalan. Jasad mereka memang tiada, tetapi jejak dan pengaruh mereka tetap tertanam di hati manusia.”

***

Bersama Prof. Dr. Muhammad Ibrahim Al-Asymawi, Guru Besar Hadis dan ilmu Hadis Universitas Al-Azhar Mesir, para santri kelas 3 SMA Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” menyampaikan pertanyaan dan pendapat kepada beliau, Rabu, 5 November 2025. Syekh Al-Asymawi memberikan komentar terhadap argumen yang diberikan para santri.

Menurut Sayidina Ali ilmu lebih berharga daripada harta. Harta akan hilang ketika kita telah tiada, akan tetapi ilmu akan tetap ada walaupun kita sudah tidak ada. Alasannya karena ilmu akan terus dibagikan dan bertambah seiring berjalannya waktu.

Seperti halnya orang pintar dan bodoh, yang memiliki ilmu akan tetap hidup walaupun jasadnya telah mati. Jasad orang memiliki ilmu telah tiada, akan tetapi ilmunya akan terus mengalir dan tertanam di hati manusia. Sedangkan orang yang memiliki harta, ia telah mati walaupun jasadnya masih hidup.

Ilmu Butuh Harta tapi Harta butuh Ilmu?

Suasana Daurah Ilmiah Syekh Al-Asymawi di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”.

Akan tetapi, zaman sekarang kita memerlukan uang untuk “membeli” sebuah ilmu. Dari hal itu, kita dapat melihat bagaimana suatu hal yang saling menopang. Misalnya dalam membeli buku pelajaran, biaya pengajaran bahkan waktu. Sedangkan harta sendiri membutuhkan ilmu, dalam keterampilan juga pengetahuan untuk mendapatkannya.

Ilmu bisa memberi arah, tapi tanpa adanya dukungan berupa harta dan tidak saling menopang maka akan hancur. Maka dari itu Allah membuat keseimbangan sosial dengan sebuah siklus. Jadi harta dan ilmu saling menghidupkan satu sama lain. Seperti halnya orang yang memiliki harta menolong orang yang menuntut ilmu. Kelak orang yang berilmu akan menuntun orang yang berharta agar tidak tersesat.

Maka dari itu semua saling menopang, agar menjadi seimbang. Ilmu lebih berharga daripada harta, akan tetapi tanpa harta hal tersebut tidak akan seimbang. Akan tetapi untuk masalah penting mana ilmu dengan harta, lebih penting ilmu. Karena ilmu adalah yang memberi arah untuk tercapainya tujuan. Termasuk dalam mencari harta kita memerlukan ilmu tersebut.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II