Dakwah Bermodal Keindahan

Manusia menyukai keindahan. Banyak hal yang dijadikan manusia sebagai medan dimensi keindahan, mulai dari seni musik, seni tulis, teatrikal, dan lain sebagainya. Inti dari keindahan adalah sikap senang yang terefleksikan dari perasaan hati yang menjadikan tubuh merasakan senang. Itulah yang menyebabkan manusia menyukai apa yang disebut dengan keindahan.

Kajian Islam tentang keindahan sangat luas dan bercabang. Itu semua disebabkan karena asal dan efek dari keindahan itu. Apabila berbau kemungkaran, maka dilarang apabila menunjukkan pada kebaikan maka diperbolehkan. Misalnya dalam hal bermain alat musik gitar. Dalam kajian Islam alat ini sangat dilarang penggunaannya bahkan jual beli barang ini juga dilarang. Ini semua disebabkan karena orang yang memegang dan belajar gitar mereka akan sering melupakan kewajibannya. Karena dentingan gitar akan menyebabkan pendengarnya tenang dan lupa atas tuntutannya. Maka dari itu, terdapat pelarangan dalam penggunaan gitar.

Akan tetapi, dalam hal gitar juga terdapat poin plus yaitu bisa sebagai modal dakwah dengan mengiringkan lagu islami yang mengandung poin kehidupan dalam beragama yang baik. Cara ini terbilang efektif sebagai cara mengajak yang tidak berkesan memaksa dan mengutamakan kesadaran dari setiap jiwa manusia bahwa agama Islam itu baik.

Metode kesenian adalah metode yang dulunya digunakan oleh Wali Sanga sebagai media dakwah. Baik itu berupa syair-syair, alat musik dan cerita pewayangan. Wali Sanga menekankan dakwahnya pada penekanan kesadaran pada setiap insan terhadap perilakunya sehingga tidak seperti menyalakan.

Apabila dilihat lebih lanjut Islam, pada masa awal Jahiliah juga menerapkan kesenian sebagai dimensi kesenian sebagai ajang dakwahnya. Dilihat dari asbab atau penyebab masuk Islam-nya Sayidina Umar yaitu karena mendengar lantunan Al-Qur’an yang dibacakan oleh adiknya. Dan sejak saat itu, mengakui bahwa sajak Al-Qur’an tiada tanding keindahannya bisa dikatakan bukan manusia yang membuatnya. Maka dari itu, Sayidina Umar yang terkenal kuat dan kasar bisa masuk Islam.

“Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim dari Ibnu Mas’ûd RA.). Hadis ini bisa menjadi alasan supaya kita lebih berusaha menjadi hal yang indah di hadapan Allah. Sekaligus menonjolkan bahwa Islam itu adalah agama yang indah dan menyukai keindahan.

(A. Siddiq/Lingkar Pesantren)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU