Terbaru

Cara Gus Dur Menghadapi Masalah

By on 29 September, 2016 0 108 Views

HIKAM ZAIN
Dalam hidup ini, kita tidak terlepas oleh yang namanya masalah. Karena masalah adalah sebuah sunnatulloh yang berjalan diatas buminya. Kehidupan bagai roda yang terus berputar. Adakalanya jatuh kebawah dan adakalanya _moncer_ melejit keatas. Begitulah lika-liku dunia.
Menyikapi permasalahan ada baiknya kita mengaca dan meneladai sosok Presiden ke 4 Indonesia Alm. KH. Abdur Rahman Wahid atau biasa dipanggil dengan Gus Dur.

Masalah itu ada dua. Kata beliau. Masalah yang bisa diselesaikan dan masalah yang tidak bisa terselesaikan.

Pertama, adalah masalah yang dapat diselesaikan. Namun, kata Gus Dur, itu bukanlah suatu masalah, karena dapat diselesaikan.

Kedua, masalah yang tidak dapat diselesaikan. “Untuk masalah yang tidak dapat diselesaikan, jangan diambil pusing untuk dipikirkan. Kan tidak dapat diselesaikan,” heheheh……
Memahami kalimat tersebut sangat dalam maknanya.

Bahwa apapun masalahnya, solusinya adalah berusaha dan yang terakhir adalah tawakkal dan  kepasrahan apapun yang terjadi.
Seiring dengan itu Syekh Abdul Qadir al Jaelani berfatwa, kebetulan juga tadi malam saya mengikuti Manaqib Qubro di Lekok Pasuruan yang rutin setiap malam jum’at legi, yang sudah di istiqomahkan hampir 40 tahun yang lalu; 
لاتختر جلب النعماء ولادفع البلوى فان النعماء

واصلة اليك بالقسمة استجلبتها ام لا ،  والبلوى حالة بك وان كرهتها سلم لله في الكل يفعل ما يشاء فان جائتك النعماء فاشتغل بالذكر  والشكر، وان جائتك البلوى فاشتغل باالشكر والموافقة. وان كنت اعلى من ذالك فالرضا والتلذذ، واعلموا ان البلية لم تأت المؤمن لتهلكه، وانما اتته لتخبره
Janganlah kamu bersusah payah untuk mendapatkan keuntungan dan jangan pula kamu mencoba menghindarkan diri dari malapetaka. Keuntungan itu akan datang kepadamu jika memang sudah ditentukan oleh Allah untukmu, baik sengaja  mencarinya maupun tidak. Malapetaka itupun akan datang menimpamu, baik kamu membencinya, maupun kamu mencoba menghindarkannya. Jika datang kepadamu keuntungan/kenikmatan maka sibuklah dengan dzikir dan senantiasa syukur kepadaNya, dan jika datang padamu bala’ bersabarlah dan terimalah dengan rela dan anggaplah bahwa itu suatu kenikmatan yang seharusnya di syukuri. *Ketahuilah bahwa datangnya bala’ bukan untuk merusak seorang  mukmin akan tetapi kedatanggannya adalah sebuah ujian yang akan menaikkan pangkat dan derajat.*

Semoga kita menyadari akan hal itu

Teriring dengan sabda mulia Rasul SAW :

.عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Perkara orang mu`min sangat mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”
Wallohul Musta’an
Tetap Fresh dan semangat dalam menjalani hidup.

Seperti kata pepatah jawa ; Orep mung pisan, digawe seng tenanan.

Salam Takdzim.

Ahmad Zain Bad.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: