Calon Orang-Orang Soleh

Tes Penerimaan Orang-Orang Soleh

An-nur II Al-murtadlo merupakan pondok pesantren yang menyandang brand pesantren wisata. Keindahannya begitu dikenal di seantero Jawa Timur, bahkan, sampai di tingkat nasional. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengikuti Tes Penerimaan Santri Baru, Ahad (13/05). Tidak hanya datang dari wilayah Malang, beberapa juga datang dari NTB dan Makasar.

Sebanyak 39 ruang berkapasitas 30 orang disiapkan untuk menampung setidaknya seribu peserta calon santri baru. Juga disiapkan 6 kelas cadangan untuk mengantisipasi banyaknya jumlah pendaftar. “Kami juga menyiapkan 6 kelas tambahan untuk mengantisipasi kalau tidak cukup, karena banyak calon santri yang baru mendaftar” ujar Bpk. Nur Cholis M. Pd. I, kepala SMP An-Nur dalam sambutannya.

Materi yang diujikan dalam tes ini hanya meliputi pelajaran UN SD/SMP dan beberapa mata pelajaran agama Islam, seperti Fiqh, Tauhid dan Ahlak. “Tes ini bukan menentukan diterima atau tidaknya calon santri, tapi sebagai tolak ukur dan pengelompokan kelas saja” ujar salah satu panitia pelaksanaan tes.

Di sela-sela menunggu para calon santri mengerjakan soal tes, terlihat beberapa calon wali santri yang duduk-duduk di sekitar taman An-Nur II. salah satunya adalah Bpk. Mukhlisin. Ia mengaku memilih An-Nur II karena keindahan dan kebersihannya. “Saya memilih pondok ini terkenal keindahan dan kebersihannya. Memang pantas disebut pesantren wisata”, ungkap calon wali santri baru asal Singosari itu.

Selain karena keindahannya, menurut Ibu Khoir, pendidikan di pondok pesantren sangatlah penting untuk mencegah para remaja terpengaruh pergaulan bebas. “Terlebih di sini ini juga ada sekolah formalnya, jadi akan sangat bermanfaat untuk mengikuti kemajuan zaman”, ujarnya.

*Pentingnya Pendidikan Pesantren*

Kini, zaman semakin maju. Jaringan komunikasi  pun sangat mudah untuk didapat. Salah satu dampak negatifnya adalah banyaknya kasus pergaulan bebas yang semakin meluas. Salah satu cara untuk menaganinya, dibutuhkan suatu Lembaga pendidikan yang bisa mengawasi anak didiknya selama 24 jam. Dan pendidikan seperti itu hanya ada di pondok pesantren. “Santri An-nur II kegiatannya 24 jam tertata rapi, mulai bangun tidur sampai tidur lagi”, ungkap KH. Bafadlol Ahmad Damhuji dalam sambutannya pada acara apel di Aula SMP An-Nur itu.

“Di An-nur II itu 5 jam digunakan untuk sekolah, 2 jam digunakan untuk pembelajaran agama Islam, sedangkan sisanya digunakan untuk latihan pembentukan karakter”, lanjut Kiai Dam, panggilan akrab beliau.

Para santri, lanjut kepala Madrasah Diniyah itu, di An-nur II diarahkan supaya menjadi hamba Allah yang soleh. Itu artinya, minimal 5 kali dalam sehari para santri mendapatkan do’a selamat dari seluruh umat islam di dunia. “Karena setiap orang Islam yang sholat pasti membaca do’a Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis shoihin (dan berilah saya keselamatan serta hamba-hamba Allah yang soleh)” jelas beliau.

“Maka, memilih Pondok pesantren adalah hal yang tepat, karena dapat meminimaliasir arus zaman now dan pergaulan bebas yang sulit di bendung”, ungkap Kiai yang merupakan sahabat KH M Badruddin Anwar itu.

Dan sebelum mengakhiri sambutannya, Beliau juga berpesan kepada calon wali santri, “Apabila sudah masuk pondok, maka akan pisah dengan putra-putrinya. Itu supaya menjadikan putra putri njenengan (Anda) menjadi ibadillahis solehin (Hamba-hamba yang soleh). Serta kewajiban orang tua adalah terus mendoakan anaknya di pondok pesantren.”

Terakhir, beliau mengajak berdo’a para calon santri baru itu agar nilai tesnya bagus. Karena, menurut beliau, nilai bagus merupakan langkah awal untuk menjadi ibadillahis solehin.

Pewarta : Miqdad

Editor     : Izzul Haq

Satu tanggapan untuk “Calon Orang-Orang Soleh

  • 30 Mei, 2018 pada 11:14
    Permalink

    Assalamualaikum apakah untuk yg jenjang sma ada program tahfidz dan apa masih dibuka pendaftarannya? Sya sudah buka INFORMASI PENDAFTARAN namun tulisannya kepotong untuk yg Gel.3 . mohon informasinya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: