Bukan Hanya Wisata, An-Nur II Memiliki Hal Lain yang Lebih Menarik

annur2.net – Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” bukanlah pesantren biasa. Konsep “pesantren wisata” yang hadir sejak tahun 2017 sebagai pionir pendidikan Islam yang menyatu dengan keindahan alam.

Kendati konsep “pesantren wisata” untuk mendukung program pemerintah bidang pariwisata nasional. Gagasan itu tumbuh terus menjadi identitas khas An-Nur II. Sebuah lingkungan yang asri, luas, dan penataan yang rapi jauh dari kesan sempit dan berdempetan seperti yang ada di pesantren lain. Dengan ini Pesantren An-Nur II bukan sekedar tempat belajar dan mengajar tetapi rumah kedua bagi para santri.

Adab Santri An-Nur II Tak Kalah Populer dengan Wisata An-Nur II

Kebanyakan narasumber mengungkapkan keunggulan An-Nur II atau pesonanya adalah wisata. Namun ternyata, tidak semua wali santri terpikat karena faktor wisata. Ada alasan lebih mendalam lagi seperti yang diungkapkan Bapak Didik Nuryanto, Lumajang.

Faktor lain itu adalah adab. Karena adab nilai yang paling tampak dari luar diri seseorang. Seperti Bapak Didik mengetahui perubahan mencolok pada diri kedua keponakannya. 

Kesantunan, tutur kata yang halus, dan perilaku sopan bentuk transformasi nyata yang orang tua inginkan. “Ada perubahan dari anak, maksudnya itu biasanya tidak pernah bahasa Jawa (krama) kan ya, di rumah pulang tu bahasa semua, sopan santunnya.  Itu anu memang apa, betul-betul ada begitu lo mas ya ada perubahan dari anak itu.” ungkap alasan Bapak Didik.

Meski juga orang tua yang sudah memondokkan kali keduanya di An-Nur II, mereka masih terkagum dengan pendidikan pesantren bergagasan wisata. “Sangat, sangat mendukung, sangat kondusif dan representatif. Artinya pondok tapi kemasannya wisata bagus sekali!” jujur ucap bapak Eriyono, wali santri baru asal Blitar.

Begitu pula ungkap Zaky Al-Ghifari, Medan, Sumatera Utara. Dia mengetahui An-Nur II dari sepupunya yang sedang menuntut ilmu di sini. Zaky datang lebih awal satu hari sebelum jadwal yang telah ditentukan demi melihat keindahan An-Nur II. Dia sangat lelah keliling melihat lingkungan di sini yang sangat indah dan luas. “Oh hampir tersesat! Saking besare. Lebih nyaman, adem.” ungkapnya.

­­Selain karena hubungan saudara. Tak sedikit juga yang mengenal Pesantren Wisata An-Nur II dari media sosial seperti Tiktok. Mereka juga takjub saat awal pertama kali datang karena tampak lebih indah daripada melihat di medsos. “Dari media sosial, dari Tiktok saya.” keterangan dari bapak Maskurin wali santri baru program Tahfidz Al-Qur’an.

Keindahan memang yang memikat mata. Tapi kepribadian yang luhur adalah menatap dalam jiwa. Di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “AL-Murtadlo” kedua nilai itu berjalan berdampingan. Inilah tempat terbaik bagi anak-anak untuk menuntut ilmu agam dan pengebangan karakter baik dalam lingkungan yang menyenangkan.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II