Bidayatul Al-Hidayah: Gali Lebih Dalam Azan Beserta Doanya

Bidayatul Al-Hidayah Ahad Legi: Gali Lebih Dalam Azan Beserta Doanya

Pengajian Ahad Legi | 26 Oktober 2025

Oleh: Kiai Zainuddin Badruddin, M.M.

Doa Setelah Azan

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad al-wasīlah (kedudukan tertinggi di surga) dan al-faḍīlah (keutamaan yang besar), bangkitkanlah beliau pada maqām maḥmūd (kedudukan terpuji) yang telah Engkau janjikan kepadanya. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji.”

***

annur2.net -Azan adalah sebuah undangan yang sempurna (panggilan) dari Allah untuk melaksanakan salat. Pada lafaz “آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ”, al-wasīlah merupakan derajat tertinggi di surga dan al-faḍīlah ialah keutamaan dan kedudukan yang tinggi di surga. Dua anugerah ini untuk Nabi Muhammad sebagai balasan yang telah memberikan syafaat. Harapan kita mendapatkan syafaat dari beliau dan kedudukan terpuji yang dijanjikan Allah kepada kita.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS. Al-Mu’minun: 23)

Lalu lafaz terakhir dalam doa: “إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ”, bahwa Allah tidak akan mengingkari janji. Ibadah adalah hal yang wajib dengan doa yang pasti akan ditepati. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang sia-sia. Doa adalah bentuk pengakuan kita sebagai makhluk yang lemah tak berdaya terhadap kekuasaan Allah. 

Jadi, doa yang biasa dibaca setelah azan tersebut memiliki makna yang dalam. Kita berharap mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad dengan membaca doa ini. Selain itu, kita menunaikan ibadah salat dan memohon kepada Allah agar diberikan tempat yang terbaik di akhirat kelak. 

Prinsip Islam yang Melekat dalam Azan

Azab bukan sekadar panggilan untuk melaksanakan salat, tetapi memiliki arti yang dalam. Dalam azan terdapat prinsip-prinsip Islam yang melekat. Secara harfiah azan hanya memanggil, akan tetapi azan merupakan undangan yang sempurna untuk kita.

Pertama, azan merupakan bentuk pengakuan keesaan juga kebesaran Allah. Letaknya pada kalam “الله أكبر الله أكبر” dan “أشهد أن لا إله إلا الله”. Lalu, mengakui kerasulan dengan iman kepada Nabi Muhammad sebagai utusan pada ucapan“أشهد أن محمدا رسول الله”. Selanjutnya pada lafaz  “حيّ على الصلاة – حيّ على الفلاح” dalam azan mengajak untuk kita menunaikan salat juga beramal saleh dengan mencari kemenangan hakiki (falah).

Juga terdapat tambahan bacaan di setiap subuhnya dengan “الصَّلاةُ خيرٌ من النَّوم” yakni seruan untuk mengingatkan kita tidak melalaikan ibadah salat. Selain itu, azan memiliki prinsip kebersamaan dengan mengumpulkan kita dalam satu jemaah tanpa membeda-bedakan ras, adat, budaya, karakteristik dan sebagainya.

Dengan demikian, prinsip-prinsip dalam Islam sangat melekat dalam azan. Hal itu mencakup dalam mengakui keesaan Allah dan rasulnya, mengajak manusia untuk beribadah, menegaskan keutamaan ibadah dan mencari kemenangan hakiki, dan mengingakan manusia untuk tidak melalaikan salat.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex