[polor_menu]
[polor_menu]

<strong>Bersih Itu Indah</strong>

Bersih Itu Indah

Dalam istilah fikih, suci itu tidak harus bersih. Terkadang perkara yang terlihat bersih, dalam syariat dihukumi najis. Misalnya pakaian baru yang terciprat setetes kencing. Memang dari pandangan mata, baju baru itu masih terlihat bersih. Namun, baju itu najis menurut syarian dan tidak sah digunakan salat. Di Jawa, orang-orang memakai istilah nyuceni pada pakaian baru mereka.

Selain itu, penyebab sahnya salat itu tidak hanya sucinya pakaian. Ada beberapa perkara lain yang harus diperhatikan. Berikut adalah syarat sahnya salat adalah:

  1. sucinya badan dan pakaian dari hadas dan najis
  2. menutupi aurat
  3. bertempat di tempat yang suci
  4. mengetahui waktu masuknya salat
  5. menghadap kiblat

Kita sebagai muslim tentu harus mengetahuinya, supaya tidak keburu suuzan apabila ada orang yang salat memakai pakaian kotor. Mungkin saja orang itu sedang dalam keadaan sulit, sehingga ia salat dengan apa adanya.

Sehingga sebagai muslim yang baik, kita bisa menjaga kebersihan dan kesucian. Juga menjadi ajang dalam menjalin persaudaraan dengan saling membantu sesama muslim. Tentunya dalam rangka menggapai rida Allah dan menghindari fitnah yang beredar di sekitar.

Berikut adalah keutaman dari berbuat baik dengan menjaga kebersihan dan kesucian: 

  1. Dalam pembahasan fikih, orang tidur tidak memiliki tuntutan apapun. ini dikarenakan orang tidur tidak memiliki kesadaran dalam segala hal. Apa saja yang dia lakukan maka  tidak memiliki hukum apapun. Seperti kasus seseorang yang ketiduran sampai kehilangan waktu salat, maka dia tidak berdosa. Hanya saja dia mendapatkan kewajiban untuk mengqada (mengganti) salat yang tertinggal tersebut.

Namun, orang tidur masih mungkin mendapatkan pahala, ketika dia berniat supaya tidak mengantuk dalam beribadah. Dalam kitab “Tankih Al-Qaul” disebutkan, bahwa Nabi pernah bersabda, “Barang siapa yang tidur dengan keadaan suci, itu sama halnya dengan orang yang berpuasa dan mendirikan qiyamul lail.”

  1. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Sayyid, diceritakan oleh Hasan bin Atiyah dari nasab Nabi SAW, beliau bersabda, “Wudu sebagian dari iman.” Ini bisa terjadi, sebab iman merupakan hal yang menjadi pembersih hadas batin dan wudu adalah hal yang digunakan sebagai membersihkan hadas kecil pada badan.

Maka dari itu, marilah para muslim sekalian untuk selalu menjaga kebersihan dan kesucian. Sebab, dua hal itu adalah poin utama mengapa Islam itu rahmatan lil alamin, Islam adalah agama rahmat untuk seluruh umat. Lagipula, bukankah Allah itu Mahaindah dan meyukai keindahan?

(Ahmad Sidiq P./Lingkar Pesantren)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex