Bersama Sidogiri Media Bentuk Jurnalis Santri Handal

POJOK PESANTREN

“Terima kasih kepada staf Sidogiri Media yang bersedia membimbing santri-santri. Dan semoga untuk ke depannya santri-santri bisa menjadi penulis yang handal,” ungkap Ust. Farkhi selaku perwakilan dari pondok pesantren di pembukaan acara “Ngaji jurnalistik Ramadhan Sidogiri Media bareng pondok pesantren An-Nur”.

Acara ngaji jurnalistik ini diselenggarakan di Aula Yakowi, Pondok Pesantren An-Nur II, Senin (20/05). Acara yang mendatangkan sepuluh tim Sidogiri Media ini dihadiri tak kurang dari seratus santri terpilih, yang merupakan gabungan dari Pondok Pesantren An-Nur I,II dan III. Dalam pelatihan, para santri dibagi menjadi 4 kelas. Yakni kelas artikel, desain, advertising-sirkulasi-distribusi dan kelas berita-wawancara.

Media Pembentuk Opini

Hadir juga dalam pelatihan tersebut Pimpinan Redaksi Sidogiri Media, Ust. Alil Wafa. “Media adalah pembentuk opini di masyarakat,” ujarnya dalam wawancara eksklusif. Jadi, semakin banyak media baik yang didapatkan oleh masyarakat pandangan mereka akan baik. begitu juga sebaliknya, jika masyarakat menerima media yang buruk, maka pandangan mereka akan buruk pula.

Contohnya ada seseorang yang mengunggah berita bahwa Islam itu agama yang rasisme, maka pandangan mereka akan terbentuk bahwa Islam ini adalah agama yang rasisme. Oleh karena itu, staf dari sidogiri media menggelar acara ngaji jurnalistik bersama dengan kalangan santri untuk mengembangkan minat menulis santri. karena menurut mereka, santrilah yang bisa menangkis media-media buruk.

“Di zaman sekarang banyak sekali orang pintar dan bergelar,” lanjut Pria asal Pasuruan itu.  “Tapi jumlah orang yang mempunyai emosional dan spiritual yang bagus masih sedikit. Dan orang yang memiliki emosional dan spiritual yang bagus justru ada di pondok pesantren.”

Senjata dari media

Lebih lanjut, media juga merupakan senjata dan sebuah kekuatan yang besar dan kuat. Senjata dan kekuatan ini bisa dia pakai untuk menyerang seseorang atau membantu seseorang. Oleh karena itu, senjata dan kekuatan itu bisa menolong kita atau sebaliknya. Bahkan menghancurkan kita tergantung siapa yang memegang media tersebut. Maka, pihak Sidogiri Media mengadakan Ngaji Jurnalistik di berbagai pesantren.

“Kami telah mengunjungi kurang lebih enam pondok pesantren besar. Dan ternyata mereka tidak mempunyai media,” kata Ust. Alil. Oleh karenanya, tim Sidogiri Media mengajak mereka semua untuk bermedia. Itu termasuk salah satu cara Sidogiri Media untuk berdakwah. Sampai sekarang banyak pondok pesantren yang mau ikut dan ternyata setelah itu mereka berhasil menerbitkan medianya sendiri.

“Untuk ke depannya semoga majalah Al-Murtadlo yang mati suri bisa dihidupkan lagi. Karena keberadaan media ini sangat penting. Selain sebagai sarana berdakwah, juga bisa menjadi ladang untuk mencari uang dari penjualan majalah dan pemasangan iklan-iklan,” ujar Pria yang juga Staf pengajar Pondok Pesantren Sidogiri itu.

(Ryan/Media-tech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: