Terbaru

Bersama Para Santri, Para Ulama Peringati Haul Pertama Kiai Badruddin

By on 17 Februari, 2018 0 88 Views

Seluruh santri dari tingkat SMP hingga SMA mengikuti acara Peringatan Haul Pertama Kiai Badruddin Anwar.

Al-Mar’u man ahabbaka, kelak, seseorang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang dicintainya. Kita semua yakin bahwa Kyai Bad adalah seorang wali. Saya ini adalah kerikil sedangkan Kyai Bad adalah beras. Maka saya ingin berkumpul dengan beliau agar saya menjadi mahal layaknya beras”, ujar KH Lutfi Abdul Hadi di awal sambutanya.

 

Ribuan santri putra Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo menggelar Tahlil Akbar sebagai salah satu runtutan acara  peringatan Haul pertama Almaghfurlah KH M Badruddin Anwar, sehari sebelum perayaan haul digelar, Jum’at malam (16/02) di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo.

 

“Ini menjadi salah satu runtutan acara dalam setiap tahlil akbar (40 hari,100 hari, haul) Almaghfurlah . Dimana setiap sehari sebelum tahlil akbar, pondok pesantren mengadakan tahlil bersama khusus para santri”, ujar Kepala Ma’hadiyah, Ustadz Muhyiddin Farkhi seusai acara.

 

Lanjutnya, “Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk Khidmat para santri, yang telah melakukan tahlil selama 40 hari setiap sebelum Maghrib, berkaca kepada perintah Almaghfurlah sebelum wafat. Para santri juga telah menyumbangkan 1000 khotmil qur’an kepada Beliau (Almaghfurlah)”, imbuhnya.

 

Kegiatan ini dimulai setelah Sholat Isya’ berjama’ah dengan pembacaan tahlil di pesarean Almaghfurlah. Habib Hamid Mauladawilah, salah seorang sahabat Almaghfurlah memimpin pembacaan tawassul, tahlil, dan doa. Sementara itu, Dr. KH. Fathul Bari bin Badruddin dan KH Ahmad Damhuji juga turut serta memimpin pembacaan doa. Turut hadir pula malam ini, KH Lutfi Abdul Hadi, Gus Yusuf, Danrem 083/BDJ Kolonel Inf. Bangun Nawoko, Dandim 0818/Kab. Malang Letkol Inf. Ferry Muzawwad, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf. Nurul Yaqin, serta para ulama’ dan pejabat lainnya.

 

Setelah pembacaan yasin dan tahlil selesai, kegiatan berpindah di halaman masjid pondok pesantren. Ustad Lintar Bayu yang bertindak sebagai MC membawakan jalannya acara pada malam ini. Setelah pembacaan Al-Fatihah sebagai pembuka, kegiatan berlanjut dengan sambutan-sambutan.

 

*Kiai Badruddin, sang Ahli Ilmu*

 

Mennurut penuturan KH Lutfi Abdul Hadi, Almaghfurlah Romo KH M Badruddin Anwar adalah ulama’ yang menjadi pewaris para nabi. Penampilan beliau sangat santun, dan menyejukkan. Seorang ulama’ yang mengutamakan kepentingan dan kebahagian orang lain.

 

Hal tersebut juga diutarakan oleh Habib Hamid Mauladawilah, “Kyai Bad adalah seorang yang alim, dan orang yang mengamalkan ilmunya (ahli ilmu). Beliau sangat Tawadlu’ , Ahli silaturahmi, Kyai Bad sering bersilaturahmi ke rumah saya. Kyai Bad sangat memulyakan ahlul bait, sabar, saya sangat terkesan terhadap beliau”, ujar Beliau dalam sambutannya setelah KH Lutfi Abdul Hadi.

 

*Hadiah Ultah Untuk Pak Danrem*

 

Pada kesempatan ini juga, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Dr. KH Fathul Bari bin Badruddin memberikan surprise kepada Danrem 083/BDJ Kolonel Inf. Bangun Nawoko yang pada hari ini berulang tahun. Beliau (Kyai Fathul) membacakan puisi dan menghadiahkan buku terbaru beliau “Tafakkur Zaman Now” kepada Danrem 083/BDJ ini.

 

“Saya tidak pernah bermimpi mendapat penghormatan semacam ini. Saya hanyalah seorang santri biasa. Ini semua berkat doa para masyayikh”, ujar komandan yang pernah nyantri di PP Darussalam Watu Congol ini.

 

Kegiatanpun ditutup dengan doa yang dibacakan oleh KH Khoiruddin dan KH Ahmad Damhuji. Namun, sebelum Kyai Damhuji membaca doa, beiau juga sedikit menyinggung keistimewaan Almaghfurlah yang sangat hormat takdzim kepada guru-guru beliau.

 

Pewarta               : Robby Bagus

Penyunting         : M Izzul Haq

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: