Berprasangka Baik, Mesti Berakibat Baik

Dalam dunia produksi, Allah adalah produsen paling baik yang pernah ada. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk dengan bentuk yang paling sempurna dibandingkan  lainnya. Sesuatu yang diciptakan dengan bentuk terbaik, pasti akan dijaga, dirawat, ditata dengan baik, dan akan ditujukan pada hal-hal yang baik pula. Sebagai seorang hamba, keyakinan yang demikian harus tertanam dalam hati kita selama kita hidup, bahwa Allah tidak akan menunjukkan kesesatan kepada kita, karena kita merupakan ciptaan-Nya yang paling baik.

Orang yang hidupnya selalu dirundung susah dan gelisah, pasti jauh dari keyakinan yang demikian. Dia tidak memahami bahwa Allah selalu berada di sisinya, dan Allah juga telah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Yusuf ayat 87, “وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ (dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah).” Lantas mengapa kita masih sering putus asa, padahal ada perintah demikian? Allah juga berfirman, “Allah bersama dirimu, dengan apa yang ada dalam prasangkamu,” artinya Allah selalu berada di sisi makhluknya, namun perasaan mereka saja yang menganggapnya jauh. 

Sebenarnya yang terjadi saat seseorang sakit, hanya perasaan mereka saja yang berada dalam keadaan tidak menyenangkan, bukan badannya. Sebagai contoh, ada seorang laki-laki terbaring lesu di atas kursi, berselimut tebal nyaris seperti ninja, ingus mengalir dari hidungnya seperti air terjun. Lalu ada temannya datang dan bertanya, “Kamu kenapa?” Pria tadi menjawab, “Badanku sakit semua, kalo kena air itu kayak kena api, bikin panas.” Dari sepenggal dialog di atas kita tahu bahwa pria tadi sedang sakit. 

Temannya kembali berkata “Lho kamu ngapain rebahan gini? Kemarin kan kita pergi ke depo bangunan, terus ikut undian. Ternyata yang menang hadiah lima milyar itu kamu, ini buktinya.” Seketika si pria tadi bangun dari tidurnya, ia kibaskan selimutnya, dan ingusnya kering, padahal tidak ada yang menyedotnya. Ia langsung merasa sakit di badannya hilang, karena mendengar kabar tadi.

Jadi dapat disimpulkan, yang menjadikan seseorang merasa sakit adalah karena perasaannya selalu terpaku pada hal-hal yang tidak menyenangkan. Sebenarnya apa itu rasa? Rasa adalah energi yang diberikan Allah kepada kita untuk melakukan, menggerakkan sesuatu. Jika kita ingin selalu sehat dan bahagia, maka salah satu cara yang ampuh adalah dengan selalu menempatkan perasaan kita dalam posisi yang menyenangkan. Kita tidak perlu memikirkan kemungkinan buruk dengan serius, karena hal tersebut juga akan berefek pada tubuh kita.

*Kajian ini disarikan langsung dari tausiyah Dr. Prof. KH. Mujayyid dalam Acara Ahad (30/01/22)

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU