Kurban dan Niatnya
Berkurban adalah kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari Idulfitri dan hari tasyrik. Hukum berkurban adalah sunah muakkad kifayah. Ketika salah satu anggota keluarga berkurban, seluruh keluarga juga mendapatkan pahala kesunahan-Nya.
Tujuan dari berkurban sendiri adalah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam berkurban Nabi Muhammad SAW bersabda:
عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: “Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Kurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkanlah jiwa dengan berkurban!” (HR Tirmidzi).
Hadis di atas menjelaskan bahwa Allah sangat mencintai hamba-hambanya yang berkurban.
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan kurban. Dengan berkurban, hati kita bisa tenang, pahala pun juga melimpah. Dalam berkurban, juga terdapat satu hal yang harus kita jaga. Hal itu adalah hati kita, atau niat kita ketika ingin berkurban.
Niat Kurban
Dalam niat, Nabi Muhammad SAW bersabda:
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . [رواه إماما المحدثين
Artinya: “Dari Amirul Mukminin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata:
“Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang ia hendaki atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”
Niat dalam kurban sangatlah penting. Mungkin banyak orang kaya yang berqurban karena atas dasar rasa gengsi. Hal ini tentu hal yang tidak benar. Tujuan awal kurban dalam definisinya adalah hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukannya malah mendekatkan diri kepada tetangga.
Sebagai seorang muslim kita pastinya sudah bisa membedakan antara niat yang baik dan yang buruk. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya terhadap kita dan membenarkan tujuan kita dalam berkurban.
(Moch. Athoillahil Qodri)
