Terbaru

Beramal Tak Perlu Mahal

By on 21 Maret, 2018 0 5 Views

Beramal Tak Perlu Mahal

Pembukaan acara donor darah hari pertama bagi siswi di aula SMP An-Nur, Senin 19 Maret 2018.

Seorang pria berkopyah itu terlihat sibuk dengan kantong darah yang baru saja diambilnya. Sedang seorang siswa yang tidur disebelahnya terlihat pucat wajahnya. Kepalanya pusing sehingga ia tidak bisa bangun.

 

Seorang itu adalah Joko Siswandono, petugas donor darah dari PMI Kabupaten Malang yang sedang mengantongi darah Ja’far Shodiq. Karena ini pengalaman pertama bagi Ja’far, siswa SMA An-Nur kelas XI IPS 1 itu merasa mual dan pusing setelah 350 ml darahnya diambil.

 

Pada acara Donor Darah yang ke-2 di SMA An-Nur Bululawang ini, sebanyak 90 siswa lebih yang mendaftarkan dirinya untuk didonorkan darahnya. Namun, yang memenuhi syarat dan dapat menyumbangkan darahnya hanya 51 siswa. Bagi banyak siswa, ini adalah kali pertama mereka mengikuti donor darah. “Tidak sakit” kata Anom Wicaksono, siswa kelas XI IPA 1.

 

Tidak hanya siswa, guru-guru juga terlibat dalam kegiatan amal ini. Sebanyak 5 guru SMP An-Nur dan 7 guru SMA An-Nur dengan iklas menyumbangkan darahnya. Bahkan, pada hari pertama sebanyak 5 ustadzah juga turut serta menyumbangkan darahnya.

 

Kegiatan yang rutin diadakan sekali dalam setahun itu digelar dua hari. Hari pertama dilaksanakan pada hari Senin, 19 Maret 2018 bagi siswi putri. Sedang untuk siswa putra diadakan di keesokan harinya. Di gedung Aula SMA An-Nur, sebanyak 5 petugas dikerahkan untuk menangani para pendonor.

 

Beramal Tak Perlu Mahal

 

Menyambut bulan Rajab, bulan yang berkah ini, kita dianjurkan untuk lebih memperbanyak berbuat kebaikan. Salah satunya adalah dengan bersedekah. Sedekah tidak harus berupa uang. Darah yang ada dalam tubuh kita akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan darah. Maka dari itu, donor darah adalah sebuah amal yang murah untuk kita lakukan.

 

“Dengan donor darah, kita bisa menolong orang lain, tetapi kita sendiri juga banyak mendapat manfaat”, ujar Pak. Joko yang sudah 65 kali mendonorkan darahnya. Karena, darah yang dikeluarkan dari badan kita tidak hanya akan bermanfaat besar bagi orang yang membutuhkan, melainkan juga pada diri kita sendiri. Salah satunya adalah dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh. Juga dapat merangsang sel darah dalam tubuh kita untuk beregenerasi, dan masih banyak lagi.

 

Memang semua orang berhak mendapatkan darah. Tetapi, tidak semua orang dapat menyumbangkan darahnya. Sebelum diambil darahnya, terlebih dahulu pada calon pendonor itu dicek kesehatannya dengan mengambil sampel darah. Dari sampel darah itu, dilihat kandungan hemogoblinnya. Kalau kurang, maka ia gagal mendonorkan darahnya.

 

Tetapi, bukan berarti darah-darah yang sudah dikantong-kantongi itu dapat langsung disimpan. Darah-darah itu akan dicek kembali di laboraturium. “Jangan sampai orang butuh darah malah dikasih darah yang berpenyakit” tambah Pak. Joko.

 

Belajar Nilai Kemanusiaan dari Donor Darah

 

Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya amal. Lebih dari itu, para siswa juga belajar tentang pentingnya nilai kemanusiaan. “Mereka yang mendonorkan darahnya telah belajar untuk meningkatkan kepedulian dan mengembangkan rasa kemanusiaan”, kata Pak. Fathur Rohman, S. Pd selaku pembina PMR (Palang Merah Remaja) SMA An-Nur.

 

Rasa kepedulian itu akan timbul karena mereka dapat menolong orang lain tanpa membedakan ras, suku dan agama. Dengan begitu tibulah rasa kemanusiaan yang tinggi. “Ini akan mengajarkan para siswa bahwa berbagi itu mudah, tapi besar manfaatnya”, tambah Pak. Tukiran, si pelatih PMR yang sejak 2011 sudah rutin mendonorkan darahnya.

 

(MFIH)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: