Terbaru

ANNUR 2 SEBAGAI PERCONTOHAN EKONOMI PESANTREN

By on 13 Oktober, 2016 0 55 Views

ANNUR 2 SEBAGAI PERCONTOHAN EKONOMI PESANTREN
*HIKAM ZAIN*
Pesantren adalah sebuah wadah untuk menimba ilmu agama, kemudian seiring dengan perkembangan zaman pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga  mengajarkan tentang ilmu umum, dan terus berkembang dan  karena zaman terus melaju, pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum, juga mengajarkan tentang perekonomian financial.
Indonesia yang tergolong negara paling miskin nomer 68 , (diambil daei website http://www.binasyifa.com/029/91/26/melepaskan-indonesia-dari-golongan-negara-termiskin-di-dunia.htm)   maka pesantren-pesantren sekarang melakukan trobosan-trobosan baru dengan menciptakan lapangan pekerjaan  bagi santri. Disamping mereka juga belajar, mengaji mereka juga diajari bagaimana cara untuk bekerja, cara bagaimana untuk membuka lapangan pekerjaan. Karena sekuat apapun agama yang dimiliki oleh santri, hal itu akan menjadi sia-sia jika perekonomiannya tidak kuat, jika finansialnya lemah, orang-orang semacam ini bisa-bisa saja -wal’iyadzubillah- akan dibeli oleh orang-orang yang berduit untuk berfatwa pada hal-hal yang dilarang oleh agama yang asal hukumnya halal menjadi haram dan yang harom menjadi halal.
Berbagai cara pesantren mengajarkan santri untuk menjadi wirausaha, kami memgambil sample contoh dari pesantren An-Nur 2 Bululawang Malang, disana  diajarkan untuk bertani, untuk beternak ikan, untuk bercocok tanam, untuk panen tebu dan pengelolaan koperasi. Dipondok kami AnNur2  sangat unik dan saya kira bisa dijadikan contoh untuk pondok-pondok lain dalam hal memakmurkan masyarakat sekitar dan alumninya. Dikoperasi AnNur2   yang ngirim _jajannya_, yang mengisi  barang dagangannya di ambilkan dari masyarakat sekitar, semisal orang-orang kampung dekat pondok, semisal mengirim bakso,weci, begedel,snak-snak dan yang lain.
Tidak hanya itu, dan yang lebih diperhatikan lagi adalah alumninya. Alumni yang dekat dengan pondok bisa  menaruh atau menitipkan jajan, menitipkan barang daganganya. Karena disamping alumni adalah orang yang pernah belajar di pesantren dengan adanya hubungan dagang seperti ini mereka tidak akan menjauh, mereka tetap akan mempunyai hubungan erat pada pondok pesantren. Dan sudah banyak alumni yang menitipkan barangnya dipesantren, sehingga ada koperasi yang khusus  untuk alumni, adalagi yang khusus untuk masyarakat sekitar agar masyarakat sekitar juga terbantu akan perekonomiannya dan manfaat pesantren juga bisa dirasakan oleh semua kalangan.
Seandainya saja saya mau ambil ke pabrik yang besar, ya bisa-bisa saja, bahkan harganya lebih murah, akan tetapi karena ini demi kemanfaatan kepada pesantren, demi kemanfaatan kepada masyarakat, demi kemanfaatan kepada alumni maka bagaimana pun hal ini harus kita lakukan.
Termasuk contoh yang unik disamping mereka menitipkan jajan-jajan, ketika ada acara-acara (event) besar kita undang merek masyarakat sekitar dan alumni yang dekat-dekat untuk berjualan, semisal ada pengajian akbar rutinan Ahad Legi yang dihadiri oleh hampir 10 ribu  orang .
Dan alhamdulillah  mereka juga bisa memberikan  infaq dan sedekah untuk  pemasukan kas pesantren.
Begitu juga  pengajian-pengajian yang sifatnya umum, yang sifatnya besar maka kita undangkan alumni-alumni yang mau jualan, dan juga masyarakat-masyarakat sekitar. Dan mereka alhamdulillah merasa terbantu akan hal ini, dan semua merasa diuntungkan.
Pembaca Hikam Zain yang dimuliakan Allah, untuk membangun santri enterpreuner alhamdulillah pada tahun-tahun ini tercipta HIPSI dan juga yang lain. HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri), yang mana untuk KETUM  diketuai oleh Gus Ghozali dari Al-Yasini dan juga  SEKJENnya  sangat berpengalaman semisal Gus Hayid  beliau sekaligus menjabat staff MENAKER RI  dan berbagai punggawa yang handal dibidang ekonomi. Dan kebetulan saja pada bulan November nanti akan berangkat ke Al-Jazair dan ke-4 benua untuk mengenalkan produk-produk pesantren.

Sungguh sebuah hal yang fantastis sekaliber santri bisa meranah ke mancanegara.
Dengan ini kami berharap pesantren bisa menunjukkan kualitas dirinya baik itu agama dan umumnya juga masalah finansialnya dan tidak ketinggalan dengan orang-orang luar, orang-orang yang tidak pernah ngaji apalagi yang bukan pribumi.. Disebutkan didalam Hadits bahwa “Sebaik-baik harta adalah yang dipegang oleh orang sholeh”,  karena apa? karena jika orang sholeh yang memegang harta, dia akan mentashorrufkan kepada anak-anak yatim, kepada pembangunan pesantren, kepada panti jompo dan juga kepada hal baik yang lainnya. Berbeda jika harta itu dipegang oleh orang-orang yang jelek, maka wal’iyadzubillah juga akan ditashorrufkan kepada hal-hal yang jelak. 

Wallohul Musta’an. 
Salam Takdzim

Ahmad Zain Bad

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: