An-Nur II sabet enam Juara

Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, dalam sehari, Jum’at, 22 Maret 2019, pesantren di Malang ini mendapat 6 gelar juara sekaligus pada dua even berbeda.

Salah satunya pada lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’). Setelah melalui seleksi yang ketat dengan ratusan pesarta, akhirnya dipilihlah tiga finalis yang berhak untuk mempresentasikan esainya di asrama haji Pondok Gede, Jakarta, pada hari Jumat (22/03). Dari An-Nur II terpilih dua perwakilan dari tiga finalis yang ada. Mereka pun berangkat menuju Jakarta pada hari Rabu, 20 Maret 2019 dengan dibimbing oleh ketua media-tech An-Nur II, Ust. Bka Al-Kavi.

Sebagai seorang santri, mereka memakai sarung dalam mempersentasikan esainya di depan para penonton. Banyak dari kalangan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’) yang melihati mereka. Meski begitu, mereka tetap percaya diri, tidak minder. Menurut mereka, santri meski di luar tetaplah santri, yang khas dengan sarungnya. Karena “Penampilan sederhana bukan menggambarkan kecerdasan yang sederhana juga,” ungkap Mochammad Fajar Izzul Haq, salah satu finalis dari An-Nur II.

Dalam lomba yang diadakan untuk memperingati harlah IPNU ke-65 ini, dua finalis dari pesantren terfavorit ini menyabet juara dua dan tiga. Yakni Muhammad Fajar Izzul Haq, santri enam diniyah asal Malang, yang memperoleh juara dua dan Muhammad Mahfudz Ihsan Az-Zamammi, santri enam diniyah asal Blitar, yang memperoleh juara tiga.

Tak hanya itu, di lain tempat, delegasi An-Nur II juga menyabet empat gelar juara sekaligus di even festival Qur’ani dan seni islami. Ini merupakan lomba yang diadakan oleh Pondok pesantren Amantul Unmah, Pacet, Mojokerto. Lomba ini diikuti oleh puluhan pondok pesantren se-Jawa Timur.

An-Nur II, pesantren terindah, mengeluarkan empat delegasi yang diikutkan dalam cabang lomba qiraatul kutub. Dari empat delegasi tersebut, semuanya mendapat juara. Ibrahim Nur A. D., santri enam diniyah asal Malang, memperoleh juara satu. Ilham Romadhan, santri enma diniyah asal Malang, memperoleh juara dua. M. Ikhsan Khoironi, santri empat diniyah asal Malnag, memperoleh juara empat. Dan Tuhandi, santri lima diniyah asal Lumajang,  memperoleh juara lima.

*Pesantren lain pun Mengakui*

Ada hal unik saat delegasi An-Nur II datang di tempat lomba baca kitab. Para peserta lain seakan mentalnya menurun. Seperti yang dikatakan Ust. Fahmi selaku pembimbing, “Saya itu di sana mendapat teman dari pesantren lain. Sebelum juri mengumumkan nilai yang didapatkan, teman tersebut sudah menilai kalau An-Nur II sudah jelas menangnya. Kalau An-Nur itu sudah pasti juara mas, begitu kata teman-teman saya saat itu.”

Peserta An-Nur II itu, lanjut Ust. Fahmi, sangat mendominasi dan mengejutkan para juri. Para juri dibuat kebingungan saat delegasi An-Nur II maju ke depan untuk membaca kitab. Bahkan, saat penilaian pun sempat terjadi diskusi Panjang antara juri satu dengan juri lain untuk menentukan nilai.

Tak hanya itu, yang membuat Ust. Fahmi terkesan adalah respon penonton saat delegasi An-Nur II maju membaca kitab. “Semua penonton, peserta dan semua yang hadir dibuat kagum. Sebab saat penampilan, delegasi An-Nur II jika diberi satu pertanyaan maka dijawab dengan sangat rinci. Dan ada yang bilang An-Nur II sudah lima puluh persen menang sebelum pertandingan,” ungkap Ust. Fahmi terkesan.

“Harapannya, semua santri An-Nur II dapat terus mengembangkan bakatnya untuk menjunjung nama baik pondok pesantren,” harap pengurus harian pesantren favorit itu.

Tinggalkan Balasan

Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo.

%d blogger menyukai ini: