An-Nur II Berselawat Bersama Riyadlul Jannah

An-Nur II Berselawat Bersama Riyadlul Jannah

An-Nur II Berselawat Bersama Riyadlul Jannah

                Hujan reda beberapa jam sebelum majlis maulid wa ta’lim Riyadlul Jannah memulai acara pada Ahad (24/11) malam itu, di sebalah Aula Yamatin Pondok Pesantren An-Nur II. Hujan di sore itu bagai penghilang debu di tanah kering yang digunakan sebagai tempat para jemaah. Hari itu adalah malam Peringatan 1000 Hari Kewafatan Allahummarham KH. M. Badruddin Anwar yang diperingati dengan membaca selawat dan do’a bersama majelis selawat tersohor dari Malang Raya itu.

“Meski hujan, jemaah ini tak akan ke mana-mana. mereka militan,” ujar Kodir, salah satu pedagang. Tak hanya para jemaah, para santri Pondok pesantren An-Nur II Al-Murtadlo pun ikut bersemangat dalam mengikuti acara ini. Wajar jika para santri semangat dan bangga sebagai tuan rumah. Apalagi yang datang adalah majlis maulid ta’lim terbesar se-Malang Raya.

                “Sungguh senang,” kata Syahrul dengan semangat. Ia tak menyangka Riyadlul Jannah yang pernah diikutinya menggelar acara di tempatnya mencari ilmu. “Saya sampai tidak bisa mengungkapkan kesenangan saya,” lanjutnya.

*Hari yang Ramai*

                Hari itu terasa begitu ramai. Menurut panitia, jemaah Riyadlul Jannah saja jumlahnya belasan ribu orang. Ditambah santri An-Nur II yang juga ikut menjadikan acara ini semakin meriah. Belum lagi jemaah lokal Bululawang yang menyempatkan hadir di malam yang dingin itu.

                Sekilas jika dilihat dari gerbang biru An-Nur II hanya terlihat sedikit ramai. namun, jika menelisik lebih dalam, terlihat lautan manusia yang mayoritas memakai pakaian serba putih. Tak lupa pula jaket, yang di belakangnya bertuliskan majlis maulid wa ta’lim Riyadlul Jannah, dipakai untuk melawan hawa dingin.

                Keramaian ini bermula dari tempat parkir yang berada di lapangan Desa Senggrong. Ribuan kendaraan roda dua dan empat lalu lalang mencari tempat parkir. Saking banyaknya jemaah yang hadir, parkiran mobil membludak di sepanjang jalan membentuk barisan hampir satu kilometer.

                Saat baru memasuki gerbang pondok pesantren putri, jemaah akan disambut belasan santri putri yang sibuk membagikan konsumsi ringan. Para santri berkemeja hijau tua juga sibuk mendokumentasikan acara setiap momennya.

                Sebelum benar-benar menuju lokasi utama, para jemaah akan disambut oleh teriakan pedagang. “Ayo bapak-bapak kopiahnya,” teriak salah satu pedagang menawarkan barang dagangannya. Para penjual makanan juga sibuk bersiap di stannya masing-masing.

                Bapak M. Zainul Arifin, penjual makanan, mengaku selalu hadir dalam setiap acara safari Riyadlul Jannah yang digelar 40 hari itu. Selain berjualan, ia berharap juga ingin ikut berselawat dan mendengarkan tausiah dari para habib. “Ingin mendapatkan ilmu lah,” kata pria yang juga alumni An-Nur II itu.

*Semangat Para Jemaah*

                Beberapa pria paruh baya terlihat mondar mandir saat baru memasuki lokasi utama yang digelar di area SMP An-Nur. Di punggungnya terlihat tulisan “Kerja ikhlas tanpa batas”. Merekalah komunitas sukarelawan Riyadlul Jannah.

                Bapak Rizal salah satu dari mereka. Bersama 24 personil lainnya, pria asal Malang ini mengaku ikut bersih-bersih bersama komunitas ini selama safari berlangsung. “Mudah-mudahan para jemaah nyaman berselawat,” harapnya.

                lebih ke dalam, terlihat beberapa layar proyektor dipasang di beberapa titik. Tak heran, dengan jumlah jemaah sebanyak itu, layar proyektor akan sangat membantu para jemaah yang letaknya berjauhan dengan panggung. Terlebih jarak ujung depan dengan ujung belakang jemaah tembus ratusan meter.

                Dengan alas plastik yang digelar di atas tanah yang agak becek, tak menyurutkan semangat jemaah. Atmosfer semangat berselawat begitu terasa dalam acara itu. semakin ke depan semakin riuh suara para jemaah dalam berselawat. Allahumma sholli ala Muhammad…

(Mumianam/Frendy/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *