[polor_menu]
[polor_menu]

Al-Qur’an Buatan Nabi Muhammad?

Al-Qur’an Buatan Nabi Muhammad?

(Tafsir Surah Yunus 37-39)

“(37) Tidak mungkin Al-Qur’an ini dibuat-buat oleh selain Allah, tetapi (Al-Qur’an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan secara terperinci ketetapan (Allah). Tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. (38) Bahkan, apakah (pantas) mereka mengatakan, “Dia (Nabi Muhammad) telah membuat-buat (Al-Qur’an) itu.”? Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Kalau demikian,) buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah siapa yang dapat kamu (ajak) selain Allah (untuk menolongmu), jika kamu orang-orang yang benar.” (39) Bahkan, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat sebelum mereka telah mendustakan (para rasul). Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang zalim.”

***

Kaum Kafir Menolak Al-Qur’an

Di antara orang-orang kafir Makkah terjadi sebuah keblingsatan yang besar semenjak Nabi mulai menyebarkan Islam dengan terang-terangan. Masalahnya, mereka mencegah apapun yang keluar dari ucapan Nabi dengan giat dan rajin, tak lupa juga dengan licik dan kejam. Termasuk dari sini adalah kebenaran Al-Qur’an berasal dari Allah SWT, Tuhan semesta alam.

Nabi Muhammad, sejak lahir sampai akhir hidupnya, kata-kata dan seluruh perilakunya merupakan contoh terbaik dari sifat jujur. Bagaimana perilaku Nabi begitu jujur dengan orang-orang yang menitipkan barang-barang kepadanya. Sehingga tidak jarang beliau menjadi tempat penitipan orang-orang.

Kejujuran beliau juga terbukti melalui ucapannya saat jual beli. Berbeda dengan orang-orang pasar yang suka mengatakan, “Ini buah yang manis-manis dan menyegarkan.” Padahal di tumpukan bawah, buah-buahnya sudah busuk. Hanya yang di atas yang bagus. Berbeda dengan beliau, semua ucapannya tentang jualannya benar. Barangnya bagaimana, jumlahnya berapa, harga sesuai, dan itu semua jujur.

Oleh karena itu, makhluk termulia ini mendapatkan label “Al-Amin” (Yang Terpercaya) dari orang-orang sekitarnya. Julukan ini terus keluar dari mulut-mulut orang sekitarnya, hingga beliau mendapatkan mandat untuk menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat. Mulai dari sini, mereka seakan-akan lupa pernah memberi gelar “Al-Amin” kepada beliau.

Mereka ogah-ogahan menerima bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah Yang Mahabenar. Mereka menyangkal jika itu merupakan wahyu dari Tuhan. Mereka beranggapan Al-Qur’an ialah hasil karya Nabi Muhammad. Mereka tidak mau memercayai beliau, meski pernah menyebut Nabi sebagai orang paling jujur.

Hasil kebohongan mereka mengatakan Al-Qur’an buatan Nabi. Padahal dari sini sudah menimbulkan sebuah pertanyaan. Loh, Nabi Muhammad itu Ummiy, tidak bisa baca tulis. Ini sudah menjadi masalah, bagaimana caranya membuat kata-kata seindah Al-Qur’an tanpa kemampuan baca tulis. Makanya pendapat orang kafir itu rancu.

Bukan hanya itu, mereka juga berkata bahwa Al-Qur’an hasil salinan dari kitab-kitab terdahulu. Sama seperti sebelumnya, paham mereka ini sudah tersangkal dengan kenyataan Nabi Muhammad tidak bisa mambaca lagi menulis. Lalu bagaimana cara Nabi menyalin kitab-kitab milik umat-umat sebelumnya.

Tantangan untuk Menandingi Al-Quran

Akhirnya, Allah pun menyuruh Nabi Muhammad untuk mengeluarkan sebuah tantangan kepada orang-orang kafir untuk membuat satu surah saja yang indahnya selevel dengan Qur’an. Allah tidak membatasi mereka mengajak siapa, orang terpandai pun tidak apa-apa. Allah juga tidak membatasi berapa orang untuk memenuhi tantangan ini. Allah memberikan kemudahan, tetapi sampai saat ini belum pernah kita mendengar adanya pembanding Al-Qur’an.

Pada awalnya, Allah memberikan tantangan kepada kafir Makkah untuk membuat yang sebanding Al-Qur’an mulai juz satu sampai 30. Nyatanya mereka tidak bisa. Allah menurunkan tantangannya menjadi cuma sepuluh surah. Masih tidak mampu, Allah menurunkan jadi satu surah. Ternyata memang tidak mumpuni. Jadilah tantangannya satu ucapan yang menyetarai Al-Qur’an. Tetap saja, hingga kini tiada yang bisa.

Al-Qur’an itu kalam Allah. Semua yang ada di dalamnya merupakan suatu hal yang hak. Al-Qur’an itu membuat orang yang membacanya dapat pahala dan yang mengimaninya bisa masuk surga. Salah satu yang ada di dalamnya adalah kebenaran bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah SWT bukan buatan Nabi Muhammad SAW.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex