Akhlak Adalah Satu-Satunya Kunci Kemuliaan

Kunci Kemuliaan Adalah Akhlak

 

Langit setengah mendung menyambut para jamaah pengajian rutin Ahad Legi di awal bulan April ini. Membawakan sambutannya, Kiai Ahmad Zainuddin Badruddin, S. Pd.I. menekankan kepada kita bahwa ketinggian derajat Nabi Muhammad SAW diperoleh karena kemulian akhlaknya.

 

“Allah menegaskan dalam firmannya, Wa innaka la’ala khuluqin adziim”, ujar beliau dalam Pengajian rutin Ahad Legi yang dihadiri oleh beberapa pejabat militer ini. Diantaranya, Mayor Armed Khoirul Efendi yang mewakili Danrem 083 Baladhikajaya, Kolonel  Inf. Bagus Suryadi Tayo yang berhalangan hadir, juga anggota Koramil Bululawang, Bapak Agus, dan Babinsa Desa Bululawang, Bapak Sunarko.

 Apa itu Kemuliaan ?

Menurut Kiai Zainuddin, kemuliaan seseorang bukanlah dari apa yang kita miliki, ”Segala sesuatu yang kita miliki, ketampanan, kekayaan, atau nilai-nilai duniawi lainnya, tidak dapat menjadikan seseorang menjadi mulia. Seseorang dapat menjadi mulia, karena keluhuran akhlaknya, dan itu sudah ada pada diri Kanjeng Nabi Muhammad SAW”, terang Kiai muda tersebut.

 

Kiai Zainuddin juga mejelaskan bahwa kita saat ini telah memasuki salah satu bulan mulia. “Allah memiliki beberapa bulan yang mulia, diantarannya adalah bulan Rajab”, terangnya. Beliau menjelaskan, dengan memasuki bulan Rajab, seharusnya ini menjadi momentum yang tepat bagi kita semua untuk  memperbaiki diri, membenahi akhlak, ibadah dan muamalah terhadap sesama.

 

Terangnya lagi, dengan akhlak baik yang sudah kita persiapkan sejak bulan Rajab, kita sudah memiliki persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Sehingga dengan hati yang bersih semoga kita semua dapat dipertemukan dengan malam yang mulia, malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan.

 

Lebih lanjut lagi, terangnya, ulama’ salaf menganjurkan kita semua untuk memperbanyak bacaan istighfar dan doa-doa, ” Allahumma baarik lanaa fi Rojaba was Sy’bana wa ballighna Ramadhona”,  tambah beliau membacakan do’a. Dengan barakah do’a tersebut, semoga kita tetap diberi keberkahan dan panjang umur. Sehingga, kita tetap dapat istiqomah  menghadiri pengajian rutin Ahad Legi.

 

Kiai Zainuddin juga menyampaikan tentang perluasan halaman masjid, “Alhamdulillah, halaman masjid kini telah diperluas, sehingga lebih banyak jama’ah yang dapat mengikuti pengajian ini di halaman masjid. Namun halaman tersebut belum dapat sepenuhnya  menampung jama’ah yang hadir. Karena jama’ah yang di bawah juga masih banyak” tutur putra Kiai Badruddin itu.

Ahad Legi

Pada pengajian Ahad Legi kali ini, KH Masyhur dari Gondanglegi, Malang, berkesempatan untuk memberikan mauidzoh. Syekh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaiby Al-Jailani, cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ke 26 dari Libanon juga turut hadir dan memimpin pembacaan doa.

 

Dan acara pun berakhir dengan khidmat. Seperti biasanya, setelah Syekh Amin menjadi imam pada jamaah sholat Dhuhur, para jamaah menikmati hidangan ramah tamah ala Ahad Legi.

 

Pewarta : Robby Bagus

Editor : Izzul Haq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: