Ada Rumah di Atas Pohon

Pojok Pesantren

Hawa sejuk dan udara segar akan kita rasakan ketika kita berada di Kota Malang. Karena, masih banyak kita temui perkebunan, pesawahan, dan pohon-pohon yang masih terjaga dengan baik.

 

Tak heran, kalau banyak dibangun tempat wisata alam di kota ini. Terutama di daerah Malang selatan dan Batu. Mulai wisata alam air terjun, perbukitan, pegunungan, dan pantai, bisa kita kunjungi di kota ini.

 

Selain untuk melepas rasa penat karena sibuk belajar maupun bekerja, wisata alam itu menjadi rujukan tempat berfoto ria. Pemandangan yang indah tampak lebih indah lantaran banyaknya fasilitas yang disediakan. Salah satunya adalah rumah pohon. Rumah pohon menjadi spot foto faforit lantaran pengunjung suka menyaksikan pemandangan kota Malang dari ketinggian.

 

Tetapi, adanya rumah pohon di sebuah tempat wisata adalah sebuah hal maklum. Banyak kita temui berbagai bentuk rumah pohon di banyak tempat wisata pula. Lantas bagaimana kalau rumah pohon itu dibangun di pondok pesantren? Di sebuah tempat menimba ilmu agama?

 

Masih di kota Malang, kita bisa menemui rumah pohon serupa di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II. Hawa sejuk dan udara segar juga akan kita rasakan ketika memasuki wilayah pondok pesantren yang luasnya hingga 15 hektar lebih ini.

 

Di depan wisma tamu daerah asrama Billah, kita akan menemui sebuah pohon “Bendo” besar. Konon katanya, pohon ini sudah tumbuh sejak sebelum pesantren ini didirikan oleh almagfurlah K.H Muhammad Badruddin Anwar pada tahun 1979.

 

Rumah pohon yang sedang dalam proses pembangunan ini, ditangani oleh Bpk. Amir dan keempat tukangnya. Beliau adalah alumni tahun 1991 yang berpengalaman membangun rumah pohon di berbagai tempat wisata di Malang Raya. Beliau menuturkan, rumah pohon yang dibangun di atas ketinggian 5 meter ini, akan dibuat dengan dua lantai.

 

“ini bahannya dari kayu pinus”, tutur beliau. Dengan kayu pinus, diperkirakan rumah pohon ini dapat bertahan selama lima sampai sepuluh tahun kedepan. Tidak hanya daya tahannya yang kuat, rumah kayu ini juga diperkirakan kuat menampung lima belas hingga dua puluh lima orang.

 

Rumah pohon yang ditargetkan bisa rampung sebelum Haul pertama amaghfurlah KH. M Badruddin Anwar, 17 Februari mendatang. Rencananya, pembangunan serupa juga akan dilaksanakan di pohon besar yang tumbuh di sebelah barat SMP An-Nur. “Nanti kalau di pondok putri kita menemukan pohon yang sesuai, juga akan kita bangun disana.” tambahnya.

 

Masih di kota Malang, kita bisa menemui rumah pohon serupa di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II. Sedangkan atapnya, nantinya akan dibuat dari pelepah daun kelapa. Sehingga, akan menimbulkan kesan yang antik dan sesuai dengan tipe pohon yang ditumpanginya itu.

 

Adanya rumah pohon ini juga merupakan pelengkap wahana-wahana yang sedikit demi sedikit dibangun di pesantren wisata ini. Menyusul berikutnya, taman-taman wahana wisata lainnya yang bernuansa edukatif dan islami. Seperti tempat pacuan kuda, taman Al-Qur’an, replika rumah nabi (baitur rasul), kolam lele dan masih banyak lainnya.

 

(Izzul Haq)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: