Studi Banding MTsN 4 Malang: Pondok Pesantren Bukan Sekedar Tempat Menginap

Sabtu, 3 Juni 2023 tepatnya pukul 08.15 WIB rombongan dari MTsN 4 Malang sampai di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo.  Beranggotakan 11 siswa dan 5 guru, rombongan tersebut berkunjung guna studi banding. Di awal kedatangan, pengurus pondok pesantren mengarahkan mereka menuju Kantor Pusat Pondok Pesantren lantai 2.

Sesampainya di sana, beberapa pengurus sudah menyuguhkan beberapa video tentang pesantren dan tidak lupa camilan sebagai teman menonton. Setelah video selesai, MC mengambil alih jalannya acara dengan menguluk salam kemudian membuka acara dengan membaca Al-Fatihah.

Acara berlanjut menuju penyampaian sambutan. Ust. Saiful Arafiq M.Pd. berkesempatan menyampaikan sambutan awal kali. Dalam sambutannya ia menyampaikan terima kasih atas sambutan yang ada dan memohon maaf bila kunjungannya sedikit mengganggu. “Terimakasih atas sambutan yang telah diberikan. Kami juga minta maaf jika kunjungan kami sedikit mengganggu, karena saya dengar sekarang ada wisuda.”

Ust. Saiful juga menyampaikan alasan di balik pendirian pesantren Darun Najah, pesantren bagi siswa MTsN 4 Malang yang tidak ingin lebih mendalami keilmuan agama. “11 santri yang ada di pesantren ini adalah siswa yang jarak rumahnya dengan sekolah jauh. Ada yang sampai 40 kilo, kasihan kalau harus bolak-balik tiap hari.”

Alasan lain yang ia sampaikan adalah untuk menghilang image pondok pesantren sebagai pelarian. “Sekaligus juga menghilangkan image pondok pesantren sebagai tempat menginap, pelarian bagi orang tua untuk anaknya. Kan ada yang bilang ‘timbangane nge-kos’”.

Acara berlanjut menuju pemaparan informasi dari pondok pesantren oleh Ust. Faizuddin selaku Ma’hadiyah pondok pesantren. Ia menyampaikan sejarah berdirinya Pondok Pesantren An-Nur II. “Sekolah yang awal berdiri itu SMA. Alasannya untuk menampung siswa MTs yang berasal dari pesantren. Karena saat itu jarang pondok pesantren yang punya sekolah SMA.”

Ust. Faiz juga menyampaikan runtutan kegiatan di pondok pesantren dan ekstrakurikuler yang ada di pondok pesantren.

Kiai Fathul: Di Pondok Juga Banting Tulang

Selepas penyampaian informasi, acara bergulir menuju sambutan oleh Kiai Fathul. Beliau mengucapkan selamat datang kepada para rombongan, juga meminta maaf jika terdapat kekurangan dalam penyambutan.

Beliau juga memberikan pesan kepada para santri untuk senantiasa mendoakan orang tua mereka. “Terus doakan orang tua kalian. Mereka banting tulang membiayai kalian, maka kalian juga harus banting tulang mendoakan mereka.”

Lebih lanjut Kiai Fathul menyampaikan bahwa kesuksesan seseorang tidak bergantung pada kecerdasan mereka, melainkan doa dan restu orang tua. “Seorang anak akan sukses bukan karena dia cerdas, tapi karena doa dan rida orang tua.”

Selepas Kiai Fathul menyampaikan sambutan, para rombongan kemudian menuju Raudlah untuk membaca tahlil kemudian bertamasya keliling pesantren.

Para santri yang mendominasi rombongan tampak sangat menikmati perjalanan tersebut. Berbeda dengan para guru yang tersenyum namun tidak dapat menyembunyikan ekspresi kelelahan mereka. Salah satu guru nyeletuk “Perut sebesar ini memang sulit diajak kompromi,” yang membuat para rombongan tertawa.

Rombongan pun kembali menuju kenndaraan kemudian melanjutkan perjalanan.

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU