[polor_menu]
[polor_menu]

MKKM Surabaya Kunjungi An-Nur II

“Meminta doa dan dawuh-dawuh untuk perkembangan madrasah,” pinta Haji Nur Khozin, M.Pd.I. pada kunjungan beliau bersama koleganya ke Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata).

Rombongan MKKM (Musyawarah Kerja Kepala Madrasah) Surabaya datang ke An-Nur II setelah zuhur. Pada hari Sabtu (18/3/2023), acara tersebut lancar berjalan di bangunan Pendopo An-Nur II.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari agenda rutin mereka, yaitu studi banding. Kegiatan ini juga bentuk pengoptimalan mereka dalam mengembangkan madrasah milik mereka. “Untuk mengembangkan madrasah,” ucap Bapak Ahmad Sunarto, S.Pd. kepala sekolah Mts Al-Muttaqin.

“Aslinya di data ada 50 orang,” jelas Bapak Sunarto. Hanya saja-kata beliau-pada kesempatan kali ini hanya ada 40 orang saja yang bisa hadir.

Setelah mereka turun dari bus, mereka langsung menuju Pendopo, bangunan samping makam pengasuh pertama. Di sana, mereka beristirahat sejenak sembari menunggu panitia.

Di tengah-tengah aktivitas mereka itu, mereka juga menikmati suguhan yang ada di depan mereka. Beberapa ada yang mengambil foto agar peristiwa ini dapat terabadikan.

Kemudian, mereka membaca tahlil dan doa bersama yang mereka tujukan ke madrasah mereka sendiri dan Al-Maghfurlah Romo KH. Muhammad Badruddin Anwar, pengasuh pertama An-Nur II.

Tibalah Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. ke tempat acara. Semua rombongan langsung berdiri dan bersalaman dengan beliau.

MC (Master of Ceremony) segera menyambar mikrofon. Ia memberikan ucapan selamat datang kepada rombongan kepala sekolah MTs swasta Surabaya yang telah mengunjungi Pondok Pesantren An-Nur II ini.

Ia juga membacakan runtutan kegiatan pada acara hari ini. kegiatan pertama ialah pembukaan. MC membuka acara dengan Surah Al-Fatihah berharap acara berjalan mulus tanpa halangan yang berdampak besar.

Kegiatan kedua adalah sambutan. Pemimpin dari MKKM sekaligus ketua rombongan, Haji Nur Khitulah yang menjadi perwakilan rombongan untuk kebagian mandat sambutan kali ini.

Dalam sambutan tersebut, beliau mengatakan bahwa kunjungan kali ini merupakan agenda rutinan mereka. “Setiap tahun ziarah wali dan sowan kiai,” kisah beliau. Ternyata, selain ke An-Nur II, mereka juga pergi makam para wali.

Terus bercerita, beliau juga memberitahukan bahwa MKKM ini adalah komunitas yang menerima seluruh MTs di Surabaya, entah madrasahnya itu bagus, maju, masih awal pembangunan, atau yang lainnya, komunitas ini menerima.

Beliau tak lupa untuk menunjukkan tujuan dari kunjungan ini, yaitu meminta nasihat dan pelajaran yang baik agar nantinya bisa mereka terapkan di sekolah masing-masing.

Hal ini selaras dengan apa yang Bapak Ahmad Sunarto ungkapkan, “Untuk mengembangkan sekolah masing-masing lewat ilmu di pondok pesantren.”

Kegiatan ketiga, mauizah hasanah dari Kiai Fathul. Beliau mengisahkan sedikit sejarah An-Nur II, terutama beliau berkisah tentang bangunan pertama di dan pembuatan sekolah di An-Nur II. Kala beliau menyampaikan sambutan, hujan turun dan petir menggelegar.

“Petirnya keras sekali,” kesan salah satu jemaat. Bahkan Kiai Fathul juga berkata, “Banter-banteran kaleh udan.” (Keras-kerasan-suara-sama hujan).

Selain menyampaikan tausiah, beliau bertugas untuk memberi doa. Setelahnya adalah ramah tamah dan pemberian cendera mata. Acara hari itu selesai dengan foto bersama.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex