25 September, 2018
  • 25 September, 2018

​RO’AN, TRADISI UNIK PESANTREN

By on 11 November, 2016 0 549 Views

​RO’AN, TRADISI UNIK PESANTREN.

 

Roan berawal dari kata tabarrukan yang disingkat menjadi rukan, kemudian menjadi roan.

Roan adalah hal yang meng-adat dan melekat pada jati diri pesantren. Setiap anak dibebani untuk roan, paling minim adalah membersihkan kamarnya sendiri.

Disamping kebersihan ajaran islam, juga kebersihan adalah anjuran dokter dan tentunya manfaat dari kebersihan untuk diri masing-masing.  Di Pesantren kami, roan dilaksanakan setiap hari, khususnya adalah hari jum’at, biasa disebut dengan roan akbar.
Biasanya pada hari jum’at membersihkan taman-taman, sungai, kamar mandi, dan seluruh lokasi di Pondok Pesantren.

Ada hal unik roan di Pesantren, umumnya diseluruh Pesantren Nusantara, para santri berbondong-bondong dan saling royokan ketika diutus roan di Pondok Putri…Hahaha

الطهور شطر الايمان

(kesucian adalah sebagian dari iman) begitu sabda Nabi SAW. Karena yang bersih belum tentu suci dan yang suci biasanya bersih.

Di Pesantren An Nur II Romo Kyai Bad mewajibkan/mengharuskan para santri untuk melaksanakan roan 5 menit yang dilaksanakan setelah pengajian Tafsir Jalalain, dalam hal ini biasanya para santri menyapu, menjambut ilalang rumput dan merapikan kamar tidurnya.

Pondok yang terkenal dengan kemewahannya ini dan high class bertaraf murah tapi bukan murahan, ada salah satu orang menyeletuk “Pokok lek wes krasan mondok di An Nur II gak krasan mondok dek liyane“…Hehehe

Perkataan ini bukan tanpa dasar, disamping mengalir air sungai yang mengalir dari sumbernya, dua lagi (sungai atas dan sungai bawah…Hehehe) dan dipenuhi dengan keindahan taman yang mempesona membuat para santri betah di Pesantren, juga karena orangnya ramah-ramah, lingkungan yang baik dan administrasi yang terjangkau.

Pesan dari saya untuk para alumni jangan sampai memondokkan putranya ditempat lain sebelum mondok di Pesantren An Nur II dan berpesan kepada umat muslim indonesia untuk belajar agama di Pondok Pesantren terdekat, jangan sampai belajar agama melalui selain jalur dari Pesantren.

Salam Ta’dzim

Zain Bad.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: