“Ajeko solat jamaah, solat jamaah iku nekakno rezeki katah, urip berkah, lan akhlakul karimah. (Rajinlah salat berjemaah, sebab dapat mendatangkan banyak rezeki, kehidupan yang berkah, dan akhlak yang mulia.)”
Pesan yang dikutip langsung dari Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., kepada santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, Jumat, 29 Mei 2026/12 Zulhijjah 1447 H.
***
annur2.net – Beberapa hari terakhir, warga dikhawatirkan dengan maraknya pembegalan dan pencurian berkedok pocong. Mereka ini memangsa korban yang sedang sendirian dalam kondisi sepi.
Oleh karena itu, kita akan lebih berani dan merasa aman jika berjalan rame-rame. Sebab mereka tidak berani beraksi di keramaian. Ini selaras dengan sabda baginda Nabi Muhammad saw:
فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاصِيَةَ
Artinya: “Hendaklah kalian bersama-sama (berjemaah), karena sesungguhnya serigala itu hanya memakan kambing yang terpisah dari kelompoknya.” (HR. Abu Dawud).
Begitu pula setan saat menggoda manusia. Orang yang sendirian, salat sendirian, setan lebih mudah menggoda mereka. Maka untuk menghindarinya salatlah berjemaah. Banyak keuntungan melakukan itu selain terhindar dari godaan setan.
صَلاةُ الجَماعةِ تَفضُلُ صَلاةَ الفَذِّ بسَبعٍ وعِشرينَ دَرَجةً
Artinya: “Salat berjemaah lebih mengungguli daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada kisah seorang saleh yang sangat menjaga salat berjemaah. Suatu malam ia terlambat mengikuti salat Isya berjemaah. Karena sedih kehilangan pahala 27 derajat, ia mengulang salat Isya sendirian sebanyak 27 kali.
Malam itu ia bermimpi menunggang kuda bersama banyak orang. Meski kudanya telah dipacu sekuat tenaga, ia tetap tertinggal di belakang. Lalu seseorang berkata kepadanya, “Mereka mendapatkan keutamaan salat berjemaah, sedangkan engkau salat sendirian.”
Selain mendapat pahala 27 derajat, seseorang yang dapat menjaga keistikamahan salat berjemaah selama 40 hari Allah sudah menjanjikan dua hal:
مَنْ صلَّى للهِ أربعينَ يومًا في جماعةٍ ، يُدْرِكُ التَّكْبيرَةَ الأُولَى ، كُتِبَتْ لهُ بَرَاءَتَانِ : بَرَاءَةٌ مِنَ النارِ، و بَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ
Artinya: “Barang siapa salat karena Allah selama empat puluh hari secara berjemaah dan mendapatkan takbiratul ihram pertama, maka dituliskan baginya dua kebebasan: terbebas dari neraka dan terbebas dari kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)
Di sinilah letak salat berjemaah menjadi kunci kesuksesan. Seseorang yang istikamah salat berjemaah akan Allah bebaskan dari kemunafikan.
Maka dia akan terbebas dari tiga hal. Pertama, berbicara bohong. Kedua, Berjanji tapi ingkar. Terakhir, berkhianat saat dipercaya. Melainkan dia akan melakukan kejujuran, menepati janji, dan amanah.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)