annur2.net – Para maha santri STIKK dan Ma’had Aly Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” semester akhir mulai bersiap menjadi pengurus. Sabtu, 25 April 2026 para calon berkumpul di Masjid untuk melaksanakan tes dan evaluasi.
Tes calon pengurus ini merupakan runtutan kedua setelah tes pengurus dua hari sebelumnya (23/4). Tujuannya sama, untuk mengevaluasi kemampuan para calon pengurus sebelum terjun langsung pengabdian.
“Tapi mengevaluasi, selama ini kita itu sudah maksimal atau belum.” Ungkap Ustaz Zainul Arifin, S.Pd., dalam sambutannya. Sehingga tes ini bukan ajang untuk penghukuman di akhir jenjang.
Ustaz Zainul memberitahukan bahwa latar belakang adanya tes ini adalah usulan para dosen. “Mbok pondok itu ikut menilai, pondok itu ikut mengalab calon wisudawan niki olehe yok opo.” Ungkapnya.
Dengan tes ini harapannya bisa mengetahui level kemampuan para maha santri calon pengurus. “Sebab lek wes ndek penghujung episode koyo ngene iki, lek wes ndek akhir semester ngene iki, malah ketok kurange awak e iku opo.” Tutur Ustaz Zainul.
Pelaksanaan Tes Sebulan Lebih Awal
Selain itu, panitia meletakkan tes calon pengurus sebulan sebelum tahun ajaran baru. Tes yang lebih dulu memberitahu kesalahan lebih awal pula. Setelah tes ini, para calon mengetahui kekurangan masing-masing.
Sehingga dalam waktu sekitar satu bulan, para calon bisa memperbaiki kekurangan yang mereka miliki. “Biar ada jeda, biar ada waktu untuk memperbaiki diri.” Jelas Ustaz Zainul. Tentu tes ini menjadi bukti memperhatikan keilmuan para santrinya.
Tes ini tidak hanya difokuskan untuk calon pengurus saja. Bagi calon wisudawan yang ingin boyong pun bisa menggunakan tes ini sebagai evaluasi diri. Ustaz Zainul menuturkan, “Karena yo kenek gae sangu boyong.” Sebelum masuk ke dunia luar, para santri harus memperbaiki kekurangan-kekurangannya.
Tes ingin mencakup tiga aspek yang sama seperti tes pengurus sebelumnya. Mulai dari tes baca kitab kuning, Al-Qur’an, hingga imla atau dikte. Pengetes pun berasal dari pengurus-pengurus senior yang lebih dulu berkhidmah kepada Pondok Pesantren An-Nur II.
Ustaz Zainul juga menceritakan bahwa Almaghfurlah R. KH. Muhammad Badruddin dulu selalu mengetes putra-putrinya setiap pulang dari pondok. “Le, jukuk en kitabe! Wocoen!” Tutur Kiai Bad dulu melalui cerita Ustaz Zainul.
Beliau begitu memperhatikan detail bacaan putra-putrinya. Oleh karena itu, tes ini juga menjadi salah satu hal yang meniru sikap Kiai Badruddin kepada anaknya.
Usai sambutan dari Ustaz Zainul Arifin, acara pembukaan ditutup dengan doa. Selanjutnya para calon pengurus menuju meja-meja yang telah berjajar rapi di tepi ruang masjid. Para pengetes siap menyimak bacaan dan memberikan pertanyaan di sana. Semoga para calon pengurus ini bisa membawa Pondok An-Nur II menjadi pondok yang besar dan hebat.
(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)