annur2.net – Ada tiga kata yang dapat membahagiakan hati seluruh santri, “Liburan Telah Tiba!” Ungkap Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., Pengasuh An-Nur II. Rabu, 11 Maret 2026, gelombang terakhir kepulangan santri An-Nur II “Al-Murtadlo”.
Seluruh santri putra yang tersisa di pondok pesantren berkumpul di lapangan utama An-Nur II sebelum Subuh. Rangkaian mushafahah kali ini berbeda, seluruh santri berkumpul dan salat berjamaah Subuh di lapangan.
Kemudian berlanjut ke rangkaian Kegiatan mushafahah dan pembekalan. Kegiatan ini berjalan khidmat, semua santri menyimak nasihat Kiai Fathul Bari.
Jaga Orang Tua
Seorang santri pasti bahagia jika mereka berlibur pulang ke rumah masing-masing. Kalau senang dapat pulang ke rumah santri harus bisa menyenangkan orang tuanya. Jangan sampai membuat mereka susah.
“Cari ridanya.” Tutur KH. Fathul Bari.
Berkat orang tua senang, rida Allahpun juga akan meridai kita. Maka berbaktilah (birr) kepada kedua orang tua (walidain), ini sudah jelas Allah firmankan:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra: 23)
“Setinggi apapun cita-citamu pasti Allah memudahkannya.” Imbuhnya.
Tujuan para santri pulang adalah mencari rida orang tua. Maka jangan sesekali menyakitinya, walupun satu kata saja.
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا
Artinya: “Maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah membentak mereka.” (QS. Al-Isra: 23)
Jaga Rutinitas Santri
Ada tips agar dapat mendapat rida orang tua saat berlibur, yaitu menjaga rutinitas santri. Menjaga kegiatan yang sudah istikamah dilakukan selama di pesantren, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan roan (bersih-bersih).
Kegiatan roan harus tetap santri lakukan meski sudah berlibur dan walaupun di rumahnya ada ART (asisten rumah tangga). Terutama mencuci pakaian orang tua.
Agar lebih mendapat keberkahan dan ridanya cuci baju mereka yang baru saja dipakai bekerja. Sebab keringat jerih payahnya itu untuk membiayai kehidupan santri di pesantren.
Jaga Pergaulan
Selama liburan santri pastinya menemui berbagai orang yang memiliki karakter berbeda-beda. Maka jagalah pergaulan agar tidak terjerumus ke perkara buruk.
الصَّاحِبُ سَاحِبٌ
Artinya: “Teman itu penarik (mempengaruhi).”
Maksudnya: teman akan menarik seseorang kepada kebiasaan dan jalan yang ia tempuh, baik atau buruk. Pilihlah yang baik dan jangan sampai meninggalkan ngaji dan membaca Al-Qur’an dalam sehari.
Di Pondok Santri
Di Jalan Santri
Di Rumah Juga Santri
(Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar, Pendiri Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”)
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)