Pasar Waqiah Ramadan 2026M/1447H Malam Ke-12
Kajian Kitab Jami’us Shaghir (Kitabul Iman)
Oleh: Kiai Ahmad Zainuddin, M.M.
annur2.net – Barang siapa yang menyaksikan tiada tuhan selain Allah, maka dia adalah orang yang selamat dari dunia akhirat. Akan tetapi, setelah banyak dari orang yang telah disiksa di neraka dan masuk ke surga lalu mendengar nama Juhainah dipanggil oleh Malaikat, banyak penduduk neraka yang menangis dan menyesal.
آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ مِنْ جُهَيْنَة يُقَالُ لَهُ جُهَيْنَة فيقول أهل الجنة عند جهينة الخبر اليقين
“Orang terakhir yang masuk surga adalah seorang laki-laki dari suku Juhainah, yang bernama Juhainah.” (Faidh al-Qadir)
Juhainah merupakan seorang laki-laki yang telah Allah tetapkan untuk masuk ke neraka paling akhir. Kenapa dia menjadi orang terakhir yang masuk surga? Juhainah adalah seorang muslim memiliki dosa yang sangat begitu besar. Walaupun ia melakukan dosa yang begitu besar ia tetap memiliki jiwa yang tauhid.
Saat Juhainah dipanggil malaikat untuk masuk surga, penduduk neraka (kafir kekal) menangis karena sadar neraka telah kosong dari umat muslim. Lalu, pintu neraka akan ditutup selamanya dan mereka tidak memiliki harapan untuk keluar lagi. Dari hal itu, syahadat merupakan hal yang luar biasa dan bagi mereka yang telah menyekutukan Allah akan kekal dalam neraka.
Memang Ada Orang yang Yakin Kepada Allah tapi Tidak Iman Kepadanya?
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ ۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya-lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (QS. Az-Zumar: 38)
Banyak orang yang tahu bahwasanya Allah Swt., merupakan tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Walau tahu, mereka tetap menyekutukan Allah dan menyembah hal-hal yang menjadi sekutu-Nya. Maka, keimanan menjadi tidak diterima karena ia tidak menyembah Allah.
Banyak orang musyrik seperti kaum Quraisy yang tahu Allah yang menciptakan langit dan bumi (tauhid rububiyah). Tapi, mereka justru menyekutukan-Nya dengan warisan nenek moyang dan dianggap sebagai ‘perantara’ ke Allah. Hal itu justru merupakan perbuatan yang syirik sangat dibenci oleh Allah.
Begitu juga, jika terdapat orang yang memiliki iman yang begitu kuat kepada Allah di hatinya. Akan tetapi dia tidak mengungkapkan imannya lewat ucapan atau melalui lafadz ‘Lailahaillallah’. Maka, keimanannya tidak akan diterima karena tidak melakukan iqrar fi lisan dan perlu bagi seorang yang beriman harus melakukan amal perbuatan dengan melakukan kewajiban.
Dibandingkan Keimanan Seluruh Orang Mukmin dengan Abu Bakar Lebih Besar Miliknya?
لَوْ وُزِنَ إِيمَانُ أَبِي بَكْرٍ بِإِيمَانِ الْأُمَّةِ لَرَجَحَ بِهِمْ
“Jika iman Abu Bakar ditimbang dengan iman seluruh umat, niscaya lebih berat iman Abu Bakar.”(Syu’abul Imam, Imam Al-Baihaqi)
Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan orang yang paling cepat beriman, paling dermawan dan paling taat. Bukan hanya karena dia yang iman pertama kepada Nabi Muhammad. Akan tetapi, ia memiliki keimanan yang begitu kuat dan hebat. Sehingga jika dibandingkan dengan seluruh orang mukmin keimanan milik Abu Bakar lebih besar dari siapapun.
Dengan demikian, ketika di neraka kita akan mengalami berbagai siksa dan satu per satu orang Islam yang telah disiksa akan tetapi memiliki persaksian masuk kedalam surga. Hingga, mereka menangis kehilangan harapan ketika nama Juhainah disebutkan dan setelahnya mereka yang tersisa akan kekal di neraka.
Di antara mereka, juga terdapat orang yang beriman. Akan tetapi, iman mereka tidak diterima karena mereka menyekutukan Allah Swt. Mereka tahu bahwasannya Allah merupakan tuhan yang menciptakan langit dan bumi, tapi menyembah sesuatu seperti berhala dengan tujuan lebih dekat ke Allah.
Hal itu merupakan perbuatan yang syirik dan imannya tidak akan diterima di sisi Allah. Namun, keimanan orang mukmin di dunia ini kalah jauh jika dibandingkan dengan keimanan milik Abu Bakar. Maka dari itu, kita harus berlomba-lomba untuk melakukan amal ibadah dan menguatkan keimanan kita agar dapat lebih dekat dengan Allah Swt.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)