annur2.net – Siapapun yang berbuat baik akan dibalas juga dengan hal baik. Berbuat baik harus berlandasan iman juga keikhlasan yang menjadi fondasi diterimanya kebaikan tersebut. Bagi orang mukmin, amal kebaikan yang mereka lakukan akan mendapatkan balasan di dunia seperti rezeki dan mudahnya segala sesuatunya, juga mendapat kenikmatan besar di akhirat berupa surga.
Sedangkan amal kebaikan yang orang kafir lakukan, juga akan mendapat belas kasih dan perhatian oleh Allah. Akan tetapi, orang kafir hanya akan mendapat belas kasih berupa kesempurnaan di dunia, bukan di akhirat.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَرْفُوعًا: «إِنَّ الْكَافِرَ إِذَا عَمِلَ حَسَنَةً، أُطْعِمَ بِهَا طُعْمَةً مِنَ الدُّنْيَا، وَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَدَّخِرُ لَهُ حَسَنَاتِهِ فِي الْآخِرَةِ، وَيُعْقِبُهُ رِزْقًا فِي الدُّنْيَا عَلَى طَاعَتِهِ».
وَفِي رِوَايَةٍ: «إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً، يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا، وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ، وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ لِلَّهِ تَعَالَى فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ، لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا».
“Dari Anas bin Malik ra., Rasulullah saw., bersabda: Sesungguhnya orang kafir itu apabila melakukan kebaikan, ia langsung diberi balasan yang ia rasakan di dunia. Sedangkan bagi orang mukmin, sesungguhnya Allah Swt., menyimpan kebaikan-kebaikannya untuknya di akhirat, dan memberinya rezeki di dunia sesuai dengan ketaatannya.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain: “Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi kebaikan bagi orang mukmin. Ia diberi karunia di dunia karena kebaikannya, dan kebaikan itu masih dibalas lagi kelak di akhirat. Adapun orang kafir, ia mendapatkan karunia di dunia karena kebaikan-kebaikan yang ia kerjakan untuk Allah Ta’ala. Sehingga apabila ia pulang ke akhirat, maka ia tidak akan memperoleh balasan apa-apa atas kebaikan yang ia kerjakan itu.” (sunnah.com)
Walaupun orang mukmin telah mendapatkan balasan di dunia, mereka juga memperoleh balasan kebaikan di akhirat. Allah tidak akan menghianati orang-orang yang telah mengimani drinya beserta rasulnya. Sedangkan orang kafir mendapat balasan berupa kebaikan yang hanya akan mereka dapat di dunia bukan di akhirat.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا
“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.”
Allah tidak akan menyia-nyiakan amal atau perbuatan baik sekecil apapun. Mereka yang melakukan amalan baik sekecil apapun akan diberi pahala yang besar.
Hal yang Didapatkan Orang Kafir Berbuat Baik
Orang kafir yang melakukan kebaikan hanya akan mendapatkan balasan sementara, seperti kekayaan, kesehatan, keselamatan, atau kesuksesan. Jika dia menolong orang dan mendapatkan balasan dari dunia maupun alam itu bukan balasan, melainkan istidraj (kenikmatan duniawi).
Kebaikan orang kafir akan sia-sia ketika di akhirat. Amal kebaikannya seperti debu yang tidak ada nilainya karena amal tersebut tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah. Jadi, amal baik yang mereka lakukan ketika di dunia, tidak dapat menolong mereka ketika di akhirat. Akan tetapi, jikalau mereka masuk islam, amal kebaikan mereka sebelumnya akan diterima, karena kini hatinya sudah berlandasan iman.
Demikian, perbuatan baik pasti akan dibalas oleh Allah Swt. Akan tetapi, balasan yang Allah berikan kepada orang mukmin dan orang kafir berbeda. Orang mukmin sendiri akan mendapatkan balasan kebaikannya di dunia juga diakhirat. Jika, orang kafir mereka akan dibalas di akhirat saja, tidak di akhirat.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)