annur2.net – Dr. KH. Fathul Bari S.S., M.Ag., pada Ahad pagi, 24 Agustus 2025 menyambut para peserta OSMANA (Olimpiade dan Seni Ma’had An-Nur II) 6 dengan hangat. Suasana cerah dengan embun pagi membuat para peserta begitu semangat, antusias untuk berpartisipasi dalam lomba kali ini. Sambutan singkat, lalu 3 pukulan gong oleh KH. Fathul Bari sebagai pertanda acara telah dimulai.
Acara OSMANA ini memiliki salah satu lomba yang menjadi minat oleh para peserta, yakni Festival Banjari. “Mengukir Kreativitas, Pelopor Generasi Emas yang Berakhlakul Karimah.” Sebagai tema dari acara ini dengan menuangkan kreativitas agar menjadi seni yang membekas dan menjadi sebuah karya.
OSMANA Bukanlah yang Bersandar pada Harlah
“Dulu itu gak ada Harlah, Harlah itu sek tas. Seng jelas belum sampai 10.” Ucap Ustaz Habibi. Bahwa Harlah itu masih baru saja ada. Harlah baru ada antara Angkatan 39 hingga 40. Yang mana, kali ini panitia yang mengadakan Harlah ke-46 adalah Angkatan 46 itu sendiri.
“Jadi, dengan adanya OSMANA akan menarik banyak orang. Singkatnya OSMANA 1, 2, 3 iki maeng semakin berkembang, sehingga wong jobo semakin akeh sing eruh annur. Lah akhire munculah Harlah.” Jelas Ustaz Habibi selaku ketua FESBAN, menjelaskan tujuan dari adanya OSMANA ini. Juga sebab adanya Harlah ini karena OSMANA. Harlah merupakan acara tambahan yang berasal dari OSMANA untuk menjadi media promosi tambahan oleh pondok.
Juga faktor dari kurang ramainya OSMANA ini karena dulu lomba diadakan untuk putra dan putri. “Target atau harapan tahun depan, nanti iso meriah koyo biyen.” Ujar Ustaz Habibi dengan mengharap di tahun depan dapat ramai, walaupun peserta dari OSMANA hanya putra saja. Harapan yang kedua di tahun depan, lomba-lomba yang dulu ada dapat kembali lagi agar acara OSMANA ini dapat ramai lagi.
OSMANA sudah ada sejak lama yang digunakan sebagai media promosi pondok untuk mengenalkan Pondok ini ke orang luar. “Carane awak dewe dakwah, narik santri dengan cara OSMANA.” Ucap Ustaz Habibi, OSMANA bertujuan untuk media pondok dakwah dan mencari santri melalui perlombaan yang ada di OSMANA ini. Tapi karena adanya Harlah , membuat OSMANA bukan prioritas utama melainkan lebih mengutamakan acara Harlah.
Perjalanan OSMANA dengan Harapan Kembalinya Perlombaan
Dulu sebenarnya banyak sekali lomba yang ada di OSMANA. OSMANA itu sebenarnya adalah berawal dari Banjari atau FESBAN, juga OSMANA ini dulu memperoleh dana dan mengalokasikan ke acara sendiri. Karena itu membuat banyak lomba yang ada di OSMANA ini hilang dan sementara waktu tidak ada terlebih dahulu.
Jadi, akibat dari adanya Harlah ini sangat mempengaruhi berkurangnya lomba yang ada di OSMANA. Maka dari itu Ustaz Habibi berharap di OSMANA tahun depan dapat menjadi seperti dulu dengan adanya berbagai lomba. Tapi, justru Harlah itulah yang membuat pondok semakin ramai. Para santri yang menampilkan kreativitas dan bakatnya dalam berbagai karya dan pentas seni.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)