Edukasi Keuangan dari Bank Indonesia untuk Masa Depan

annur2.net – Persiapan di dunia luar, Cabang Bank Indonesia Malang memberikan edukasi kepada santri putra kelas 12 SMA dan pengurus Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, Senin, 25 Agustus 2025. Para santri mendapatkan banyak informasi terkait Bank Indonesia.

Bank Indonesia atau lengkapnya Bank Sentral Republik Indonesia merupakan lembaga yang mengurusi keuangan Indonesia termasuk distribusi dan percetakan uang rupiah. Berbeda dengan bank lainnya, Bank Indonesia termasuk lembaga pemerintah.

Tugas Bank Indonesia pun tercantum dalam Undang-Undang ​ Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dalam pasal 7, “Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas Sistem Pembayaran, dan turut menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

Edukasi Bank Indonesia, Tingkatkan Literasi Keuangan

“Tujuannya adalah kita bisa ingin meningkatkan literasi tentang keuangan.” Begitulah ungkap Bapak Ilyas Khoirudin, Analis Junior Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Bank Indonesia ingin para santri mengetahui identitasnya dalam sistem keuangan negara.

Bapak Ilyas melanjutkan, “Nah hari ini kami ingin teman-teman dari Pondok Pesantren An-Nur itu, yang sekarang kelas tiga nanti kan akan melanjutkan kuliah, mungkin, biar lebih tahu tentang aktivitas di sistem keuangan.”

Dalam seminar ini, Bank Indonesia memberikan tiga poin materi. Pertama tentang sistem pembayaran tunai dan non tunai di Indonesia. Sistem pembayaran tunai berupa BI Fast dan QRIS yang sudah banyak diketahui. Bahkan Bank Indonesia menyatakan, QRIS sudah bisa digunakan di luar Indonesia meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang. Ke depan, Bank Indonesia akan mendaftarkan QRIS agar bisa digunakan di Uni Emirat Arab, Korea, dan China.

Sedangkan non tunai yaitu rupiah. Perlu diketahui, uang Rupiah Indonesia Tahun Emisi (TE) 2022 mendapatkan gelar terbaik di dunia berdasarkan penilaian dari International Association of Currency Affairs (IACA). Alasannya karena desain pada uang rupiah terdapat keindahan geografis, budaya, flora, fauna, dan tokoh besar Indonesia.

Kedua, CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah, dan ekonomi syariah.  “Masyarakat dan teman-teman santri biar lebih cinta dengan rupiah. Bagaimana merawat rupiah dengan benar.” Jelas Bapak Ilyas.

Ketiga tentang ekonomi syariah. Bapak Ilyas Indonesia memiliki dua perekonomian yaitu konvensional dan syariah. “Makanya kita dekat dengan pondok yang memang mungkin ketika keluar ikut menyebarkan tentang ekonomi halal, ekonomi syariah.” Bapak Ilyas menerangkan.

PEKA: PEduli, Kenali dan Adukan

Selain itu, aktivitas di masyarakat sudah banyak yang menggunakan alat digital. Termasuk alat pembayaran. Namun hal itu menimbulkan celah penipuan yang lebih besar. Pada transaksi digital terdapat penipuan online, transaksi aneh, dan sebagainya. Begitu pun penipuan uang pada transaksi tunai.

“Jadi kita juga melakukan edukasi tentang PEduli, Kenali, dan Adukan. PEKA bertransaksi.” Ucap Bapak Ilyas. PEKA merupakan prinsip Bank Indonesia untuk rakyat Indonesia supaya berwaspada dalam bertransaksi. Bapak Ilyas juga menyampaikannya kepada para santri, “Jadi teman-teman santri nanti menjadi konsumen yang cerdas secara digital.”

Setelah seminar, Bapak Ilyas sangat senang atas antusias dan keaktifan para santri An-Nur II. “Kesannya sangat positif. Teman-teman dari santri An-Nur sangat antusias tadi, menyimak, terus mengikuti, dan aktif bertanya maupun menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan. Kesannya sangat luar biasa keren.” Apalagi pihak Bank Indonesia memberikan edukasi dengan hiburan kuis dan souvernir untuk para santri.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU