Begini Perubahan Santri Baru Menurut Orangtuanya Setelah 40 Hari Tanpa Sambangan

annur2.net – Selama 40 hari para santri baru tidak mendapatkan kunjungan dari orangtuanya. Jumat, 15 Agustus 2025, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” membuka kembali sambangan. Rasa kangen yang telah lama terpendam akhirnya terlampiaskan.

Bapak Mustaqim, wali santri Fabian Ardana, mengaku sangat senang. “Sangat senang, sih, mas. Ya terharu, ya senang.” Ungkapnya kepada tim multimedia. Dari Singosari, Pak Mustaqim datang bersama istri dan putrinya yang masih balita untuk mengunjungi Febian.

Setelah 40 hari ini, Bapak Mustaqim merasakan perkembangan kedisiplinan pada Fabian. “Alhamdulillah, banyak perkembangan dari segi disiplin bisa menjaga waktu. Waktu salatnya, ngajinya.” Ungkap Sang Ayah.

Begitu juga yang dirasakan wali santri Raif Billy Khoiruddin, Bapak Shohib dan Ibu Nonik. “Terharu, maksudnya senang tapi kangen.” Ungkap Ibu Nonik. Mereka datang bersama dua putranya, adik Raif, dari Pasuruan.

Bapak Shohib dan Ibu Nonik melihat Raif menjadi lebih sopan saat bertemu. Sang Ibu mengungkapkan, “Kelihatan lebih sopan daripada sebelumnya.” Ini menjadi ganti dari kangen yang mereka rasakan selama sambangan ditutup. “Kangen kepikiran. Kan biasanya ketemu setiap hari.” Ucap Bapak Shohib.

Santri Baru, Semoga Menjadi Lebih Baik dari Sebelumnya

Banyak latar belakang para santri An-Nur II mondok di sana. Bapak Mustaqim mengungkapkan bahwa Fabian mondok di An-Nur II dengan keinginannya sendiri. “Keinginan sendiri. Yang milih juga anaknya sendiri.” Ucap Bapak Mustaqim.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mereka mencari informasi lengkapnya di internet. Hingga akhirnya seluruh keluarga cocok dan Fabian mondok di An-Nur II. “Saya sebagai orangtua, kan, browsing-browsing sebagai presentasi.” Bapak Mustaqim melanjutkan, “Akhirnya kok cocok sama kemauan anaknya, ya sudah akhirnya ke sini.”

Bapak Mustaqim berharap Fabian menjadi orang yang lebih baik. “Selama mondok di sini semoga menjadi lebih baik dan baik lagi dari segi apa pun. Yang terbaik pokoknya.” Ia juga berpesan, “Harus kerasan pokoknya, harus semangat belajarnya, semangat dan fokus lagi dalam belajar.”

Berbeda dengan Raif. Ibu Nonik mengungkapkan sebenarnya Raif akan masuk di sekolah luar. Orangtuanya memberikan dua pilihan sekolah kemudian mendaftar di sana. Namun Raif tidak diterima dan akhirnya memilih untuk mondok. “Ternyata dia nggak keterima. Mau nggak mau dia mondok.” Ungkap Ibu Nonik. Setelah mencari informasi di internet, orangtua Raif menemukan An-Nur II di Instagram. Hingga akhirnya mereka memondokkan anaknya di sana.

Selama mondok di sini, Bapak Shohib dan Ibu Nonik mengharapkan yang terbaik kepada Raif. Ibu Nonik berharap, “Semoga bisa menjadi anak yang saleh, bisa memperbaiki ibadahnya.” Kemudian Sang Ayah menambahkan, “Itu yang penting.”

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU