[polor_menu]
[polor_menu]

Kedua Anak Ustaz Solmed Mondok di An-Nur II, Berikut Alasannya

Kedua Anak Ustaz Solmed Mondok di An-Nur II, Berikut Alasannya

annur2.net – Salah satu penceramah kondang sekaligus aktor asal ibu kota, Jakarta, memondokkan anaknya di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Beliau adalah Ustaz Sholeh Mahmoed Nasution atau terkenal dengan nama Ustaz Solmed.

Ustaz Solmed memondokkan kedua anaknya yang masih berada di jenjang Madrasah Ibtidaiyah setara dengan SD (sekolah dasar). Aqil Mahmoed Sibawaih dan Mahier Mahmoed Syairoziy, merekalah yang mondok di An-Nur II.

Luas Hampir 30 Hektar

Sama dengan kebanyakan wali santri baru yang lainnya. Ustaz Solmed mengenal An-Nur II dari mulut ke mulut. Berawal dari cerita seorang guru temannya di Ploso, beliau tertarik dengan pesantren ini. “Lalu kemudian saya ngobrol dengan guru kawan saya. Kemudian diperkenalkanlah ada pesantren yang bagus dan sangat bersahabat dengan semua kalangan, baik anak-anak, remaja, sampai dewasa. Sehingga kemudian daya dan istri memutuskan untuk ‘menitipkan’ anak-anak kami di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” Bululawang.” Cerita Ustaz Solmed pertama kali mengenal An-Nur II.

Awal kali melihat penampakan dari pesantren ini Ustaz Solmed takjub dengan lokasi yang begitu luas, berkisar 30 hektar. Selain itu penataan yang rapi dan jauh dari kesan sempit merupakan alasan lain beliau memilih An-Nur II. “Pertama ini pesantrennya luas sekali.” Ungkap beliau.

Saking luas nan indah menurut Ustaz Solmed ini merupakan rumah kedua bagi santri. Hal ini menjadikan kegiatan belajar mengajar para santri di dalam pesantren tidak lagi menjemukan. “Dan di sini kita merasa bahwa kita tidak berada di tempat yang, ee, apa ya, yang menjemukan. Kalau biasakan tembok, tembok, tembok, dah. Tapi memang ini dengan izin Allah 30 hektar lebih (luas An-Nur II).” Pendapatnya mengenai lingkungan pesantren An-Nur II.

Kebutuhan Orang Tua di Akhirat

Di balik alasan itu masih terdapat kebutuhan yang memang harus Ustaz Solmed dan orang tua lainnya untuk memondokkan anaknya. Pada dasarnya setiap orang butuh amal kebaikan untuk kehidupan yang lebih kekal nantinya.

Nabi Muhammad saw., pernah menyatakan amal-amal manusia yang tidak akan terputus setelah datangnya kematian:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ:صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.

Artinya: “Ketika seseorang meninggal dunia semua amal perbuatannya akan terputus kecuali tiga perkara: Pertama Sedekah Jariyah. Kedua ilmu yang bermanfaat. Dan terakhir amal saleh yang mendoakannya (orang tua).” (HR. Bukhari)

Poin ketiga itu yang menjadikan Ustaz Solmed rela melepas dengan sabar untuk memondokkan anak-anaknya. Menurut beliau sendiri Akhirat adalah akhir yang berat. “Jangan sampai anak-anak kita ya sebagai amanah kita lupa menjaganya, mendidiknya. Nah sehingga kedepan di akhirat itu dia bisa menjadi ya pembawa kita ke api neraka, na’udzu bil lah min dzalik. Tapi dengan kita mau meluangkan rasa, perasaan, rindu, kangen yang yang kita korban untuk anak-anak kita, demi masa depan mereka dan masa depan kita. Insyaallah seberat apapun keputusan ini (memondokkan anak) bisa diambil.” Jelas keterangan Ustaz Solmed alasan memondokkan anaknya.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex