Haflah Angkatan 45: Sederhana untuk Ucapan Syukur

annur2.netHaflah Akhirussanah, perayaan sederhana menutup perjalanan perjuangan santri angkatan 45 Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtdlo” dalam menuntut ilmu, Jumat, 30 Mei 2025. Hanya sekedar untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah dan seluruh masyayikh serta ustaz-ustaz yang telah mendidik materi dan karakter. “Hari ini merayakan perjalanan ilmu,” jelas Kiai Ahmad Zainuddin Badruddin, M.M.

Tanpa ilmu, kehidupan dan agama menjadi gelap. Ilmu bagaikan lentera yang menyinari jalan. Mondok tidak sekedar mempelajari dan menghafal ilmu, tapi juga adab dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah Swt., dan Rasulullah saw.

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ 

Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dari golongan kalian dan orang yang mendapat ilmu, mengangkat ke beberapa derajat. Allah mengetahui setiap tapak yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Menjadi santri merupakan salah satu jalan menuntut ilmu dengan mendapat keberkahan. Mempelajari kehidupan dan ilmu para ulama dan Nabi. Ilmu merupakan satu-satunya warisan Nabi Muhammad yang paling berharga.

“Semoga panjengan semua dikaruniai ilmu dan juga diberikan pertolongan untuk bisa mengamalkan ilmu. Aamin Allahumma aamin.” Doa dan harapan Kiai Zainuddin.

Setiap Akhir Memiliki Nasehat dan Makna Begitupun Haflah

Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., merenungi dua bait terakhir kitab Alfiyah ibnu Malik yang sebelumnya para santri lalar bersama. Setiap kata dalam dua bait itu mengandung doa yang bermakna dalam.

Beliau berharap para santri bisa memenuhi sesuai bait yang terakhir di kitab Alfiyah. Pada akhir bait ada lafaz الْكِرَامِ الغُرِّ memiliki arti orang-orang yang memiliki pekerjaan, akhlak mulia dan menjadi pemimpin karena kemuliaannya.

Kemudian ada lafaz البَررَة berakar kata dari Birrun yaitu berbuat baik. Maka harapan bagi seluruh santri dia dapat berbuat baik kepada orang lain, terutama Birrul Walidain (berbuat baik kepada orang tua).

Jangan sesekali menyakiti dan tidak patuh kepada orang tua. Semua kesuksesan ada pengorbanan yang begitu besar dari kedua orangtua. “Berbaktilah kepada orangtua! Jangan pernah bantah keinginan orangtua, jangan pernah berkata ‘tidak’ kepada orangtua. Betapapun ilmumu “sundul langit” tapi kalau engkau menolak perintah orang tua maka ilmumu akan sia-sia.” Nasehat Kiai Fathul Bari ke seluruh santri putra kelas 3 & 6 ulya.

Meski tidak bisa melakukan perintahnya, tetaplah berusahalah agar bisa melaksanakan perintah orang tua selagi itu bukan maksiat. Insyaallah anak yang berbakti akan Allah mudahkan setiap jalan yang ia tempuh untuk kesuksesannya.

Sesuai dengan pepatah Arab:

الأَدَ بُ فَوْقَ الْعِلْم

Artinya: “Adab lebih tinggi daripada ilmu”

Memang ilmu merupakan penerang kehidupan. Tetapi jangan pisahkan ia dari adab dan iman. Ilmu tanpa dua hal itu dapat membahayakan diri dan orang lain. Jadilah manusia yang berilmu, beradab, dan bertakwa. Terpenting jangan melupakan pengorbanan orang tua untuk si anak mendapatkan ilmu. 

Kesuksesan seorang anak bukan karena sekolah di tempat yang bagus. Penyebab kesuksesan adalah doa orang tua, ridanya dan kepatuhan anak kepadanya. “Puncak dari ilmu adalah berbakti kepada orang tua.” Dawuh Kiai Fathul Bari

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU