Shahih Bukhari: Klarifikasi itu Penting bagi Pemimpin

Shahih Bukhari (Pengajian Ahad Legi): Klarifikasi itu Penting bagi Pemimpin

annur2.net – Pemerintahan zaman sahabat berbasis khalifah. Saat Umar bin Khattab memimpin, ia melantik Saad bin Abi Waqas menjadi gubernur daerah Kufah. Seperti pemerintahan umumnya, pemimpin tertinggi (presiden) selalu menerima suara rakyat.

Saat kepemimpinan Saad di Kufah, sebagian rakyat memberi penilaian buruk kepadanya. Mereka mengadukan itu kepada Umar bin Khattab selaku khalifah pada zamannya. Isi pengaduannya, Saad bin Abi Waqas tidak baik dalam salatnya.

Bukti Pentingnya Klarifikasi

Setelah menerima aduan itu, Sayidina Umar mengganti Saad dengan Amar. Kemudian beliau memanggil Saad untuk membuktikan tuduhan itu. Umar menanyakan apakah memang ia tidak baik dalam salat? Saad menjawab jika salat yang ia lakukan sesuai dan mencontoh langsung Nabi Muhammad saw.

Misal Isya’, dua rakaat pertama Saad memperlambat salatnya dan dua rakaat terakhir dipercepat. Ini sesuai dengan Nabi. Khalifah Umar menganggap tidak ada yang salah dari pengakuan Saad. Mungkin kriteria yang dimaksud sesuai keinginan penduduk Kufah.

Demi mendapat kebenaran, Khalifah Umar mengutus utusan untuk pergi ke Kufah bersama Saad bin Abi Waqas untuk survei. Mereka melakukan survei di setiap masjid-masjid yang ada di sana. Setiap masjid di Kufah menjawab hal yang sama, jika Saad bin Abi Waqas baik dalam salat.

Tetapi di masjid terakhir berbeda. Saat mereka datang dan bertanya hal yang sama, tiba-tiba seorang laki-laki berdiri dan melontarkan pendapatnya tentang Saad bin Abi Waqas, dia bernama Usamah bin Qatadah.

Ada tiga poin yang ia sampaikan langsung ke Saad dan utusan Umar bin Khattab. Pertama, Saad bin Abi Waqas hanya mengirim pasukan untuk berperang, tapi ia tidak ikut. Kedua, setiap ada pembagian seperti harta ganimah (harta rampasan perang) ia tidak adil membaginya. Terakhir, Saad tidak dapat menentukan hukum suatu permasalahan.

Mendengar itu, Saad bin Abi Waqas tidak terima. Dia bersumpah dan mendoakan Usamah. Doa itu berlaku jika Usamah berdusta atas pernyataannya. Doa Saad berisi tiga hal: pertama, umurnya panjang sampai sangat tua. Kedua, selama hidupnya ditimpa nasib melarat. Ketiga, semoga Allah memberi ujian yang sangat berat.

Hal itu terbukti. Allah mengabulkan semua doa Saad bin Abi Waqas. Usamah hidup sampai tua renta. Setiap orang bertanya kepadanya dan ia menjawab, “Aku orang yang sangat tua dan terkena musibah sebab doa Saad.” Salah satu perawi hadis ini pernah bertemu langsung dengan Usamah dan semua itu benar, dia tampak sangat tua hingga alis mata menutupi keseluruhan matanya. Usamah juga mendapat ujian yang besar yaitu selalu menggoda perempuan yang lewat.

(ABU RAIHAN EFENDI/MEDIATECH ANNUR II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU