Sabtu, 25 November 2023, OTAi (Organisasi Tempat Ambil Ilmu) Group berkunjung ke Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. OTAi Group Malaysia merupakan sebuah kumpulan syarikat yang membantu orang Islam dari segi kehidupan, ekonomi dan perniagaan. Visinya adalah melahirkan 10 Ribu Usahawan Muda Islam Menjelang Tahun 2030. [otaigrup.com]
Sebanyak 20-an orang menuju Pendopo Al-Badari setelah tiba di Pondok An-Nur II. Di sana, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., menyambut Presiden OTAi Group Malaysia bersama 12 muridnya, Sekjen OPOP, dan Ketua OTAi Group Indonesia masuk ke Pendopo lantai satu.
Selang beberapa waktu, Kiai Fathul Bari bersama tim OTAi Group naik ke lantai dua dan duduk di tempat yang telah tersedia. Di sana, 25 maha santri Ma’had ‘Aly dan 25 maha santri STIKK (Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning) An-Nur II telah menunggu di tempat. Selain itu, ada juga lima santri dari Pondok Pesantren Al-Ikhlas yang akan mendaftar belajar ke sana.
Setelah itu, MC (Master of Ceremony) membuka sesi acara dengan pembacaan surah Al-Fatihah. Acara berikutnya sambutan dari Kiai Fathul Bari. Beliau mengatakan, “Tidak bisa dipungkiri santri masa kini kalau santri tidak hanya mengaji tapi juga berkiprah di bidang ekonomi.” Oleh karena itu, beliau berpesan, “Santri tidak hanya mengaji dan menunggu undangan pengajian, tapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.”
Usai sambutan dari Pengasuh Pondok An-Nur II, Tuan Guru Dr. KH. Sufi Khalifah Suhaimi bin H. Abbas selaku Presiden OTAi Group Malaysia mendapatkan mandat menyampaikan sambutan kedua. Beliau memperkenalkan pihak-pihak yang turut berkunjung ke An-Nur II. Mereka ialah KH. Abdul Hamid Marzuki (Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Banjarbaru Kalimantan Selatan dan Ketua OTAi Group di Indonesia), Gus Muhammad Ghofirin (Sekjen OPOP Jawa Timur), dan Habib Syarif (Pengasuh Pondok Pesantren Quran Bangun Kawasan Jahe Agropolitan Kalimantan Selatan). Setelah itu, sesi pemberian cendera mata dari kedua pihak dan berlanjut ke pembacaan doa penutup oleh Gus Khairuddin.
Pengenalan OTAi Group kepada An-Nur II
Usai pembacaan doa, tim OTAi Group pun berpresentasi. Presentasi pertama, Kiai Hamid memperkenalkan Kiai Suhaimi lewat slide-slide yang tertayang di layar proyektor. Setelah itu, presentasi tentang OTAi Group Malaysia oleh Kiai Suhaimi. Beliau menerangkan prinsip dan profil OTAi Group dan kisah perjuangan beliau dalam membangunnya.
Di tengah-tengah presentasi, Kiai Suhaimi menyampaikan, “Saya tidak boleh (tidak bisa) santri mondok ini hidup miskin. Tidak boleh (tidak bisa) saya.” Maka dari itu beliau mendirikan OTAi Group ini. Tujuan utamanya ialah membuat agama Islam semakin maju dengan pelatihan ekonomi kepada santri-santri dan pondok pesantren. Selain itu, beliau ingin para santri tidak merepotkan orangtuanya lagi dengan membuat lapangan pekerjaan sendiri.
Oleh karena itu juga, beliau tidak memungut biaya bagi santri yang mau belajar di OTAi Group Malaysia. Santri yang belajar di sana telah menghidupi dirinya sendiri dengan hasil usaha belajarnya yang langsung ke praktik. OTAi Group menerapkan konsep 70% praktik dan 30% teori. Jadi santri yang baru masuk ke sana langsung praktik sebagai sarana belajar mereka.
Setelah menjelaskan hal-hal terkait OTAi Group Malaysia, Habib Syarif pun memaparkan cara masuk ke organisasi tersebut. Ada beberapa langkah mulai dari persiapan niat, mengisi formulir dan biaya transportasi. Setelah itu, Habib Syarif memberikan peluang bagi mahasantri untuk mengambil formulir pendaftaran dengan jumlah terbatas. Sebagian mahasantri pun mengambilnya. Dengan begitu acara pun berakhir dengan sesi wawancara bagi mahasantri dan lima santri Pondok Al-Ikhlas yang telah mengambil formulir pendaftaran.
(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)