Kajian Tafsir: Surga, Hasil Akhir yang Baik

“(35) Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (36) Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”.” (Q.S. Ar-Ra’d: 35-36)

***

Dalam sebuah ungkapan, perumpamaan surga yaitu berupa gedung-gedung, istana-istana, serta kamar-kamarnya terdapat sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Selain itu, makanan di surga tidak ada habisnya. Setiap kali termakan akan pulih kembali. Berbeda dengan yang ada di dunia. Setiap ada yang memakannya bahkan semua benda yang telah terpakai tidak akan menjadi baru lagi.

Buah-buahan di surga pun langsung tumbuh lagi setelah termakan dan tidak ada habisnya. Buah-buahan tersebut juga tidak terlarang karena tidak menyebabkan penyakit, kecuali buah Khuldi yang telah Allah larang.

Selain itu, di surga tidak ada cahaya matahari. Hal ini menyebabkan tidak adanya bayangan di sana. Pada barang yang berkilau di bumi saat terkena cahaya matahari, di surga tidak ada kilauan sama sekali. Tidak adanya matahari pula menjadikan surga tidak ada siang dan malam. Namun surga bisa terang karena adanya cahaya dari Arsy.

Antara Awal Baik dan Buruk

Surga merupakan hadiah bagi manusia yang tidak menyekutukan Allah. Penggambaran-penggambaran tersebut menjadi pendorong mereka agar taat kepada Allah. Sedangkan yang melanggar peraturan Allah akan mendapatkan hasil akhir berupa masuk neraka.

Oleh karena itu, sebagai hamba Allah tidak boleh berfoya-foya di awal atau lebih tepatnya di dunia. Bersenang-senang di dunia menimbulkan akhir yang buruk. Bisa-bisa masuk neraka jika terlalu berlebihan. Bahkan malas pun bisa menyebabkan seseorang masuk neraka.

Di samping itu, baik manusia di dunia maupun santri yang berada di pondok pesantren, mesti mendapatkan kesulitan terlebih dahulu. Ketika sudah di akhirat atau di rumah, bagi santri, akan merasa lebih sejahtera karena semua kesulitan sudah habis di kehidupan sebelumnya.

Sedangkan orang kafir bersuka ria saat masih di dunia. Hidup damai, kebutuhan terpenuhi, tidak atau jarang mendapatkan kesulitan. Tetapi akhirnya mereka akan masuk ke neraka sebab menyekutukan Allah.

Maka dari itu, orang mukmin yang meninggal disebut mustarih yang artinya orang yang istirahat. Disebut seperti itu karena mereka telah selesai menghadapi kesulitan dan kesengsaraan di dunia. Saat ia meninggal, ia akan mendapatkan kenikmatan di surga. Sebagaimana peribahasa, “Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Dari sini bisa mengambil ikhtisar bahwasanya manusia mendapatkan dua jatah: jatah enak dan tidak enak. Bila seseorang mengambil jatah yang enak dulu, ia akan menghadapi jatahnya yang tidak enak setelahnya. Akan tetapi, saat orang tersebut mengambil yang tidak enak di awal, ia akan mendapatkan keenakan setelah itu.

Maka dari itu, dua jatah tersebut ibarat menanam di sawah. Ada dua orang, satunya menanam padi di sawah sedangkan satunya lagi tidak melakukan apa-apa. Saat masa panen, orang yang menanam padi akan memanennya dan mendapatkan keuntungan. Tetapi satunya akan menyesal sebab tidak mendapatkan apa-apa.

Sebagaimana dalam sebuah ungkapan:

من يزرع خيرا يوشك أن يحصد غبطة, ومن يزرع شرا يوشك أن يحصد ندامة

Kurang lebih maksudnya jika seseorang melakukan kebaikan, ia akan memanen buah kebaikan pula. Sebaliknya jika ia melakukan keburukan, ia akan memperoleh penyesalan apa yang ia lakukan sendiri.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU