Sabtu, 26 Agustus 2023, Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, mengunjungi Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Tujuan awalnya hanya untuk mempromosikan majalah mereka. Tetapi karena menurut mereka kurang seru jika hanya itu, mereka pun membuat beberapa penampilan.
Kedatangan pihak Annuqayah karena tertarik dengan pembelajaran bahasa Arab yang ada di Pondok Pesantren An-Nur II. Awalnya mereka tidak sengaja melihat spanduk bertuliskan asrama bahasa Arab saat mengikuti OSMANA (Olimpiade dan Seni Ma’had An-Nur II) 5. Mereka pun bertanya kepada beberapa panitia yang ada tentang program bahasa arab yang ada.
“Kalau di Nuqoyah sendiri sudah ada program bahasa Arab itu sejak 2001.” Ujar Ajid, salah satu pembina yang ikut hadir dalam kunjungan ini. “Kalau di sana sih sebelumnya terserah pembimbing mau ngajar apa, tapi kalau sekarang sudah ada kurikulumnya.” Tambahnya. Umur program bahasa Arab Annuqayah juga sudah menginjak 20 tahun. Berbeda dengan yang ada di Pondok Pesantren An-Nur II yang baru berjalan sekitar 9 tahun.
Kegiatan mereka di Annuqayah juga tidak terlalu padat. Pagi harinya mereka mulai dengan Istima’ atau mendengarkan percakapan bahasa Arab. Lalu ada kegiatan belajar mengajar bahasa Arab yang berlanjut dengan kegiatan sekolah hingga jam 1 siang.
Usai sekolah, mereka melaksanakan salat Zuhur lalu istirahat. Setelah salat Asar mereka akan melaksanakan kegiatan Pondok Pesantren yakni diniah. Baru setelah kegiatan diniyah mereka akan ada kegiatan pengembangan bahasa Arab.
Sekilas Demonstrasi Antarpesantren
Pada penghujung acara terdapat penampilan-penampilan dari PP. Nuqoyah dan Pondok Pesantren An-Nur II. Penampilan pertama ialah pembacaan puisi bahasa Arab. Kemudian khitobah atau pidato bahasa Arab.
Setelah penampilan-penampilan tersebut, terdapat debat bahasa Arab yang membahas problematika televisi Indonesia yang menyiarkan tayangan negatif bagi para penonton. Setiap pihak pondok pesantren mendelegasikan tiga santri untuk sesi ini dan terbagi menjadi kelompok pro dan kontra. Mereka terlihat sangat antusias dengan memaparkan argumen-argumen pendukung pendapat setiap kelompok.
“Jujur saja ini persiapan penampilannya ini mendadak. Ya itu karena niat awalnya kan cuma mau promosi tapi kok malah disuruh tampil.” Ujar Ajid. Beberapa santri yang tampil entah itu dari PP. Annuqayah maupun Pondok Pesantren An-Nur II, tampil hanya dengan beberapa jam latihan. Meskipun begitu mereka tampil cukup baik
(Farkhan Wildana S./Mediatech An-Nur II)