[polor_menu]
[polor_menu]

Osmana Kelima, Pertama setelah Corona

Pada tahun-tahun sebelumnya, OSMANA (Olimpiade dan Seni Ma’had An-Nur II) hadir setiap tahun. Lantaran di tahun 2020 terdapat musibah berupa virus Corona, OSMANA berhenti eksis selama beberapa tahun. Kini, Kamis 24 Agustus, acara tersebut kembali terbit. 

Acara tersebut merupakan sebuah ajang perlombaan tingkat se-Jawa Timur. Dulu, acara ini bukan bernama “Olimpiade dan Seni Ma’had An-Nur II”, tapi “Olimpiade dan Seni Maulid Nabi”. Namun, keduanya memiliki akronim yang sama, yaitu “OSMANA”. Begitulah ucap Ustaz Nasichan, selaku ketua pelaksana acara ini.

Beliau juga menyertakan alasan di balik transformasi nama itu bahwa dulu, OSMANA merupakan acara sebelum liburan, terletak pada Maulid Nabi. Kemudian di tahun 2019, namanya mengalami mutasi karena panitia meletakkan acara ini di rentetan kegiatan Harlah pondok tanggal 26 Agustus.

Demi OSMANA kali ini, sebuah panggung berdiri di lapangan An-Nur II “Al-Murtadlo”. Panggung ini menjadi tempat berkumpulnya para peserta, tempat perlombaan al-banjari, dan penutupan OSMANA. Di depan panggung terdapat tenda beserta kursi-kursi tertata untuk para peserta lomba.

Bazar ikut dalam memeriahkan acara. Di samping tenda untuk para peserta, berdirilah warung-warung yang menjual beraneka camilan dan minuman. Bazar ini akan terus buka mulai tanggal 23 hingga acara puncak Harlah tanggal 26 Agustus.

Memulai acara ini, para peserta lomba berkumpul di lapangan. Kemudian, di kegiatan pembuka terdapat sambutan dari Ustaz Nasichan, selaku ketua pelaksana OSMANA. Lalu sambutan sekaligus membuka acara dari Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., dan terakhir ialah doa dari beliau. Kemudian para peserta akan menuju tempat lomba masing-masing. 

Dua Lomba OSMANA dan Alasannya

Ada dua lomba di dalam OSMANA kelima ini. Lomba-lomba tersebut ialah MQK (Musabaqoh Qiroatul Kutub) dan al-banjari. Bagi partisipan MQK, mereka harus menuju bangunan Pendopo (bagi peserta Fathul Qorib) dan Masjid An-Nur II (kontestan Safinatun Najah). Sedangkan untuk perlombaan al-banjari tetap berlangsung di panggung.

Ustaz Nasichan menceritakan kalau dulunya, lomba yang terlaksana lebih dari dua. Hanya saja, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi. Sehingga khusus OSMANA kali ini, tersedia dua ajang saja. 

Ia mengungkapkan jika para panitia ingin fokus dan maksimal dalam acara ini. Jadi bila dulunya lomba lebih dari dua, kini mengerucut menjadi dua saja. Lebih sedikit cakupannya, panitia lebih mudah dalam mengontrol dan berkoordinasi.

Juga karena waktu yang mepet, menjadi salah satu alasan. Waktu untuk mempersiapkan acara tidak memungkingkan panitia mengadakan banyak kegiatan. Konsekuensinya, acara ini hanya menghidangkan dua perlombaan.

Selain menyebutkan alasan kenapa di OSMANA ini hanya dua lomba, Ketupel juga menyertakan alasan panitia memilih MQK dan al-banjari. Adanya MQK karena memang sudah dari dahulu lomba ini ada. Sedang al-banjari, ia berkata bahwa lomba satu ini banyak peminatnya. Akhirnya dua lomba ini yang terseleksi.

Ustaz Nasichan, selaku ketua pelaksana berharap agar semakin banyak peminat dari lomba ini. Beliau mengatakan tujuan acara ini ialah memperkenalkan Pesantren Wisata. Juga ia berharap acara ini konsisten berjalan setiap tahunnya.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex