Sejarah Kalender Hijriah dan Keutamaan Muharam
Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan Islam yang ada sejak masa kekhalifahan kedua yakni Umar bin Khattab. Beliau sendiri yang menjadi pelopor adanya kalender ini. Sebuah problematika menjadi alasan beliau memunculkan ide pembuatan kalender.
Hal itu bermula pada suatu hari, Sayidina Umar melihat sebuah kertas berisi catatan hutang yang belum terbayar. Saat melihatnya, beliau kebingungan lantaran tidak tertera tahun dalam kertas itu. Hal itu membuat Sayyidina Umar berinisiatif untuk menentukan tahun.
Khalifah kedua ini pun mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menentukan tahun pertama Islam. Dalam forum tersebut terkumpul empat pendapat yang akan menjadi titik tahun pertama: pada maulid Nabi, pengangkatan Nabi menjadi rasul, wafatnya Nabi, dan saat hijrah dari Makkah ke Madinah.
Usulan menjadikan maulid Nabi sebagai tahun pertama tertolak sebab pendapat para sahabat berbeda-beda terhadap kapan waktu pastinya. Begitu juga dengan pendapat waktu pengangkatan Nabi: masih banyak yang memperdebatkan tanggalnya.
Pendapat saat wafatnya Nabi pun juga terkena penolakan. Walaupun sebenarnya waktunya sudah terverifikasi secara pasti, usulan ini tertolak karena jika wafatnya Nabi menjadi awal tahun, bukannya bahagia, umat Islam malah akan berpilu hati mengingat kepergian Rasulullah.
Akhirnya mereka menyetujui bahwa waktu hijrah menjadi awal tahun Islam. Peristiwa hijrah terjadi pada saat 17 tahun sebelum musyawarah yang berarti perundingan ini terjadi di tahun 17 Hijriah. Tak hanya berhenti di tahun saja, mereka lalu melanjutkan rembukan itu untuk menentukan bulan awal tahun dan akhir tahun.
Mereka pun menyepakati Muharam sebagai awal dan Zulhijah sebagai akhir. Para sahabat menyepakati bulan Muharam sebagai awal karena pada bulan itulah para muhajirin membuat rencana untuk hijrah. Pun juga mereka menyepakati Zulhijah sebagai akhir, karena pada bulan ini umat Islam melakukan ibadah haji yang merupakan rukun Islam terakhir.
Keutamaan Bulan Muharam
Bulan Muharam adalah bulan yang menduduki urutan pertama dalam kalender Hijrah. Bulan tersebut memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah yang termaktub dalam firman Allah SWT:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Ayat itu menjelaskan bahwa Allah telah menetapkan bahwa terdapat 12 bulan yang sudah tetap. Empat di antaranya adalah bulan-bulan haram atau mulia: Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Ramadan. Haram di sini maksudnya adalah haram untuk mengadakan peperangan dan melakukan hal-hal maksiat lainnya.
Pada bulan ini, juga terdapat hari mulia yang bernama Asyura. Hari itu adalah hari ke-10 dalam bulan Muharam. Di dalamnya, Rasulullah menganjurkan kepada umat Islam untuk berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mau berpuasa pada hari Asyura laksanakanlah. Dan barang siapa yang tidak mau tinggalkanlah!” (HR. Bukhari).
Selain itu, Nabi juga mengibaratkan bulan mulia ini sebagai bulan Allah. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Intinya, perayaan tahun baru Hijriah tak lepas dari sejarahnya. Bulan Muharam menjadi awal tahunnya. Banyak anjuran dan larangan di dalam bulan itu. Sebagai umat Islam, patutnya bersyukur dan ikut merayakannya dengan melakukan hal-hal positif sebagaimana Rasulullah mengajarkan.
(Moch Athoillahil Qodri/Mediatech An-Nur II)
2 comments
[…] Hijriah merupakan sistem penanggalan Islam yang ada sejak masa kekhalifahan kedua yakni Umar bin Khattab. Beliau sendiri yang […]
[…] Hijriah merupakan sistem penanggalan Islam yang ada sejak masa kekhalifahan kedua yakni Umar bin Khattab. Beliau sendiri yang […]