Pesan Pengasuh Pada Wisudawan STIKK
Minggu 25 Juni 2023, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” menggelar acara “Wisuda STIKK dan Ikhtitam Fathil Mu’in” di Aula Yaqowi. Dalam acara ini, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., pengasuh pondok, berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah kepada para wisudawan.
Pesan: Pentingnya Khidmat
Beliau menyampaikan kepada para wisudawan bahwa ukuran kesuksesan santri dalam mencari ilmu bukan dari seberapa lama ia menuntut ilmu. “Menuntut ilmu tidak dilihat dari kuantitasnya, seberapa lama ia mondok,” ungkap beliau.
”Lihatlah Abdullah ibnu Abbas,” ucap beliau. “Beliau menjadi pembesar dari kalangan sahabat, dan ini tidak terlepas dari khidmat yang dilakukan oleh beliau.”
KH. Fathul Bari lalu menceritakan kisah khidmat Abdullah Ibnu Abbas kepada Rasulullah.
Pada suatu ketika saat Baginda menginap di rumah istrinya, Sayidah Maimunah, beliau masuk ke kamar mandi untuk membuang hajat. Tatkala keluar dari kamar mandi, beliau langsung melihat seember air tersedia untuk berwudu.
Kejadian ini terus terulang, sehingga Nabi penasaran dengan orang yang menyiapkan seember air tersebut. Lantas beliau bertanya kepada Sayidah Maimunah.
Istrinya menjawab bahwa yang menyiapkan seember air itu adalah Abullah ibnu Abbas. Setelah mendengar jawaban dari istrinya itu, Nabi terkejut lalu mendoakannya agar menjadi orang yang paham urusan agama. Akhirnya Abdullah Ibnu Abbas pun menjadi seorang yang hebat.
Dari kisah itu, beliau menyampaikan bahwa menjadi sukses tak selalu dengan belajar, tapi juga dengan khidmat.
KH. Fathul Bari juga menjelaskan bahwa Imam Ahmad Ibnu Hambal menjadi imam besar dan terkenal bukan hanya karena faktor kecerdasan, tapi juga faktor khidmat beliau terhadap gurunya.
Saat Sang Imam bertemu dengan putra dari gurunya (Imam Syafii), beliau berkata, “Aku terus mendoakan guruku selama empat puluh tahun terakhir dalam salatku.”
KH. Fathul Bari juga menyampaikan agar para santri tidak tergiur dengan hal-hal yang ada di luar pondok pesantren. Beliau menyampaikan agar para wisudawan bisa tetap istikamah dalam mencari ilmu, dan khidmat kepada pondok pesantren.
Jangan Pesimis!
Beliau juga menyemangati para wisudawan agar tidak pesimis berada di pondok pesantren. “Jangan minder dengan orang yang di luar sana yang itu good looking,” ucap beliau. “Saya berpesan kepada santri-santri, yakinlah yang good looking itu kalah sama good rekening, dan good rekening pasti suatu saat akan kalah dengan yang good attitude dan good praying, dan itu adalah kalian para santri.”
Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., lalu menutup orasinya dan mendapat tepuk tangan meriah dari para wisudawan dan para tamu undangan.
(Moch. Athoillahil Qodri/Mediatech)