Mulia karena Menuntut Ilmu

Menuntut Ilmu

Ilmu sangatlah penting bagi manusia. Manusia tidak berilmu, maka ia laksana orang buta. Tidak memiliki pandangan dalam berjalan, karena manusia terbekali akal untuk diisi dengan ilmu. Petunjuk untuk menjalankan kehidupan.

Menuntut ilmu secara global hukumnya fardu ain. Rasulullah saw mewajibkan umat Islam untuk menuntut ilmu. Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Muslim)

Hadis di atas merupakan redaksi yang mewajibkan untuk mencari ilmu. Muslim yang wajib menuntut ilmu meliputi laki-laki juga perempuan. Mulai kalangan muslim yang baru lahir hingga yang berada di ujung kematian. Seperti dalam redaksi hadis:

اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ

“Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahad.” (Ibnu Abd Bar)

Menuntut Ilmu Hingga Negeri China

Nabi Muhammad SAW sangat telaten dalam menganjurkan umatnya dalam menuntut ilmu. Artinya beliau begitu perhatian dalam kasus ini, sehingga beliau bahasakan dalam hadis “Carilah ilmu hingga ke negeri Cina.”

Rasulullah sampai mengarahkan umatnya ke mana dan sejauh mana harus menuntut ilmu. Namun, kenapa konteks yang digunakan adalah negeri Cina?

Negeri Cina pada masa Rasulullah termasuk daerah yang telah maju. Di sana peradabannya telah berkembang pesat. Selain itu karena kekuasaan Islam pada masa tersebut sudah mencapai negeri Cina.

Bukti kemajuan Cina masih ada samapi sekarang. Di Indonesia, produk Cina telah mendominasi pasar, baik pasar tradisional maupun modern. Tercatat impor tertinggi Indonesia adalah dari Cina. Hal tersebut sudah bisa membuktikan bahwa Cina telah berkembang lebih pesat dalam keilmuannya.

Menggapai Surga dengan Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu merupakan salah satu akses umat Islam bisa masuk surga. Sebuah hadis menyebutkan:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah Swt akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).

Dari redaksi tersebut jelas mengatakan siapapun yang menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.

Karena dengan menuntut ilmu banyak pahala yang dapat kita peroleh. Sampai-sampai ada keterangan menyebutkan, orang yang menuntut ilmu mendapat doa dari para ikan.

Lebih Baik Ahli Ilmu

Para pencari ilmu memiliki kedudukan lebih baik dari para ahli ibadah. Ibaratnya ialah ahli ilmu laksana rembulan di kegelapan langit malam dan ahli ibadah hanyalah segelintir gemerlap bintang.

Ahli ilmu juga disebut ulama. Ulama sendiri dalam KBBI diartikan sebagai orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam.

Ulama merupakan pewaris nabi, pewaris ilmu. Ilmu-ilmu yang milik para nabi turun kepada para ahli ilmu (ulama). Dari ulama itulah kemudian dapat tersebar kepada umat manusia.

Benar juga jika ahli ilmu lebih baik dari ahli ibadah. Karena sekalipun ada seseorang ahli ibadah, tapi tidak berilmu ia dapat tersesat. Sebaliknya ketika ada ahli ilmu, ia tidak begitu rajin beribadah. Karena mereka telah mengetahui hukum-hukumnya. Dan mereka mengetahui jalan untuk beribadah.

Maka dari itu sebagai umat manusia. Khususnya muslimin dan muslimat diharuskan lebih giat dalam mencari ilmu. Karena dengan ilmu kalian dapat mengarungi dunia. Dengan ilmu kalian juga akan dimudahkan menggapai surga. Dan karena ilmu lah kalian akan menjadi manusia yang mulia.

(Hanif Azzam Aufa/Lingkar Pesantren)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU