OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Malang bersama Bank Jatim, BSI (Bank Syariah Indonesia) dan Bursa Efek Indonesia datang ke Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”. Mereka mengadakan acara Lembaga Jasa Keuangan Goes to Pesantren dengan tema “SAKINAH” (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) di Aula Yamatin pada Sabtu, 22 Oktober 2022 bersama 700 santri.
Kepala OJK Malang Bapak Sugiarto Kasmuri menjelaskan tujuan acara ini untuk mengenalkan produk-produk keuangan kepada santri. “Tujuannya adalah mengenalkan kembali apa itu produk-produk keuangan syariah, baik dari industri perbankan maupun di pasar modal,” tuturnya. Dengan adanya kegiatan ini, para santri bisa mengetahui tatacara mengelola keuangan dengan menggunakan produk dan layanan keuangan syariah.
Para santri yang berdatangan mengantri sebelum memasuki ruangan. Di depan pintu terdapat petugas yang berjaga. Satu persatu dari peserta mengisi data nama di kertas. Kemudian petugas memberikan satu kotak nasi dan sebotol teh kemasan serta brosur bank. Setelah memasuki ruangan, mereka duduk di tempat yang tersedia.
Sebelum memulai acara, MC (Master of Ceremony) mengajak para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di kedua sisi ruangan terdapat proyektor yang menampilkan lirik lagu tersebut. Para santri menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan antusias. Setelah itu, barulah MC membuka acara dengan bacaan surah Al-Fatihah.
Beralih ke acara selanjutnya yakni laporan keuangan untuk BIK (Bulan Inklusi Keuangan) 2022 oleh Kepala Bank Jatim Pasuruan, Bapak Deddy Aji Wijaya. Dalam laporannya, beliau menyampaikan alasan memilih An-Nur II adalah karena banyaknya prestasi santri An-Nur II. “Karena di pondok ini banyak santri yang berprestasi, bukan hanya di tingkat regional tapi juga nasional,” ungkapnya.
Selain itu, beliau juga mengatakan harapan mereka kepada para santri agar tidak hanya menjadi dai, tetapi juga ada yang menjadi pengusaha. “Harapan kami bahwasannya pondok pesantren tidak hanya lembaga dakwah tapi juga mencetak entrepreneur santri, pengusaha-pengusaha santri,” tambahnya.
Setelah itu, acara berlanjut ke sesi sambutan. Bapak Sugiarto mendapat mandat menyampaikan sambutan pertama. Dalam sambutan tersebut, beliau menyampaikan bahwa para santri perlu mengetahui perihal keuangan syariah. “Bahwa kita yang memegang 80%, keuangan syariah itu hanya tujuh persen,” tuturnya. Beliau menjelaskan, dengan ini para santri dapat memahami apa itu produk dan layanan keuangan syriah, modal syariah, dan lain-lain.
Kemudian, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., menyampaikan sambutan kedua. Beliau pun menyampaikan bahwa santri perlu menerima literasi ini. Hal ini bertujuan agar saat terjun ke lingkungan masyarakat para santri dapat memberikan pemahaman terkait produk dan layanan keuangan syariah. Usai menyampaikan sambutan, beliau membacakan doa.
Apresiasi dan Materi Kepada Santri

Model acara pun berganti. Acara berlanjut ke penyerahan tabungana SimPel (Simpanan Pelajar) kepada 10 santri An-Nur II yang telah berprestasi, terutama di lomba tingkat nasional. Dalam hal ini, Kiai Fathul Bari, Drs. H. Khairuddin, Ak., M.Si., Bapak Sugiarto, dan kepala lembaga bank lainnya memberikan hadiah kepada para santri berprestasi.
Setelah pemberian hadiah, tim Banjari menyuguhkan senandung selawat kepada para hadirin. Selang beberapa waktu, acara beralih ke penyampaian materi mengenai Pengenalan Perbankan Syariah dan Pasar Model Syariah.
Untuk yang pertama, Bapak Yudi Irmawan menyampaikan materi tentang Pengenalan Perbankan Syariah kepada para santri. Sambil menerangkan, panitia telah menyiapkan dua layar proyektor di dua sisi ruangan dan menampilkan slide Power Point mengenai materi. Dalam slide tersebut, beliau menjelaskan banyak sekali tentang bank syariah. Mulai dari perbedaan bank konvensional dengan bank syariah dari beberapa aspek, simpanan bank yang terdiri dari tabungan, giro, dan deposito, hingga peluang dan tantangan bank syariah.
Selanjutnya, Bapak Asikin Ashar menyampaikan materi kedua dengan judul Pasar Modal Syariah. Beliau menjelaskan, “Pasar modal syariah adalah tempat bertemunya antar pihak yang membutuhkan dana (investor) dan yang kelebihan dana (perusahaan).” Selain itu, beliau juga menerangkan bahwa pasar syariah sudah memiliki bukti yang kuat bahwa pasar modal itu boleh, yaitu dalam surah Yusuf ayat 47-48 dan fatwa DSN MUI.
Setelah itu, acara pun berkahir dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, para santri dapat mengutarakan pertanyaan. Nantinya pemateri akan menjawab pertanyaan mereka. Bahkan bagi santri yang mau bertanya akan mendapat hadiah dari pihak OJK. Setelah beberapa pertanyaan terjawab, panitia menggantinya dengan sesi tebak-tebakan. Begitu juga, santri yang dapat menjawab pertanyaan mereka akan mendapat hadiah.
Kesan Kepala OJK Kepada An-Nur II
Dalam wawancara eksklusif, Bapak Sugiarto Kasmuri memberikan kesan yang luar biasa terkait acara ini. “Kesannya luar biasa, para santri antusias, dan rasa ingin tahu untuk belajar keuangan syariah juga cukup tinggi. Karena saya yakin ini adalah momen-momen langka yang terjadi di pondok pesantren,” ungkap beliau.
Selain itu, beliau juga berpesan kepada santri-santr agar kelak memimpin Indonesia. “Pesan saya santri adalah generasi penerus bangsa ya. Mungkin sekarang adik-adik masih belajar. Tapi mungkin lima sampai sepuluh tahun lagi kalian yang akan memimpin dan membawa Indonesia menuju ke depan,” ungkapnya. Beliau berkata, hal ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan porsi keuangan syariah yang masih 7%.
Beliau juga menyampaikan kembali pesan Kiai Fathul Bari ketika menyampaikan sambutan, “Seperti yang tadi Gus Fathul sampaikan, bahwa ini diharapkan memiliki potensi getok tular. Jadi pada saat sekarang para santri menerima literasi. Nanti lima-sepuluh tahun lagi mereka terjun ke masyarakat bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat di lingkungan masing-masing: apa itu keuangan syariah, bagaimana produk dan layanannya, kemudian apa saja risiko yang mungkin muncul dari produk dan layanan yang dimiliki oleh masyarakat khususnya di keuangan syariah.”
0341-833235 (kantor pondok)
+62 852-3644-6126 (humas pondok)
+62 813-3476-9069 (humas pondok khusus untuk kunjungan)
No. Rek. BNI a/n An Nur 2: 4321-1979-02
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech)