[polor_menu]
[polor_menu]

Serba-Serbi Maulid Nabi SAW

Isyarat dalam Kelahiran Rasulullah SAW

Senin, 12 Rabiul Awal, 1456 tahun yang lalu, menjelang waktu subuh, lahirlah nabi kita, nabi Muhammad SAW. Beliau terlahir dengan kepala terangkat dan kedua matanya menatap langit dan beriringan dengan cahaya yang sangat terang, bahkan ada yang mengatakan bahwa cahaya tersebut memancar sampai daerah Syam.

Dua keajaiban yang mengiringi kelahiran nabi ini mengandung isyarat penting yang akan merubah keadaan dunia pada waktu itu, bahkan sampai saat ini. Dua isyarat tersebut adalah:

– Lahirnya Rasulullah dengan kedua mata beliau menatap langit, menunjukkan telah datangnya utusan dari Allah yang membawa pesan-pesan dari langit.

– Sinar terang yang mengiringi kelahiran nabi mengisyaratkan, cahaya tuhan yang akan menghilangkan kegelapan dan kebodohan yang menyelimuti dunia telah tiba.

Selain dua kejaiban di atas, terdapat peristiwa-peristiwa besar lain yang menjadi tanda kelahiran nabi Muhammad SAW. Di antara banyaknya peristiwa yang menjadi tanda kelahiran nabi, telah tercantum dalam kitab Al-Burdah karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id Al-Bushiri.

Keajaiban Maulid Nabi SAW

Setidaknya ada delapan hal yang menjadi tanda-tanda kelahiran nabi Muhammad. Tanda-tanda ini kebanyakan dialami oleh penduduk Persia, sehingga penduduk Persia memiliki firasat bahwa kerajaan mereka akan tertimpa bencana.Tanda-tanda tersebut adalah:

  • Hancurnya istana kerajaan persia

Pada malam kelahiran nabi istana kerajaan persia terguncang dan suara guncangan ini terdengar sampai jauh, serta mengakibatkan 14 tiang utama istana persia roboh.

  • Padamnya api agung Persia

Pada malam kelahiran nabi api sesembahan penduduk persia yang telah berkobar selama seribu tahun akhirnya padam, bahkan para pelayan yang menjaga api tersebut tudak dapat menyalakannya kembali.

  • Salah satu sungai utama di Persia berhenti mengalir.

Sungai yang dijaadikan tempat pemujaan penduduk persia tiba-tiba berhenti mengalir bersamaan dengan padamnya api abadi kaum Majusi.

  • Danau Saawah tiba-tiba mengering

Danau Saawah adalah salah satu danau di daerah PersiaDahulu kala di sekitar danau ini terdapat beberapa gereja. Dan pada malam kelahiran nabi tiba-tiba danau Saawah mengering.

  • Berita dari orang-orang bijak

Banyak para rahib dan orang-orang bijak yang mendapatkan kabar dari Allah mengenai akan lahirnya nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah cerita al-Mubidzan orang kepercayaan Kisra yang bermimpi melihat unta-unta bermuatan berat menuntun kuda-kuda bagus.

Unta-unta tersebut berjalan mengarungi sungai Tigris dan Eufrat lalu menyebar ke sejumlah negerinya. Mendengar mimpi ini Kisra segera mengumpulkan para pembesar kerajaannya untuk membahas mimpi ini dan padamnya api abadi sesembahan kaum Majusi.

Mereka menafsirkan mimpi dan padamnya api tersebut dengan akan adanya sebuah peristiwa besar di semenanjung Arab. Peristiwa yang dimaksud tak lain adalah lahirnya nabi Muhammad SAW.

  • Berita dari para jin

Banyak jin yang memberitahukan mengenai akan lahirnya nabi kepada para kahin, salah satunya adalah Serita Sawad bin Qorib salah satu kahin di masa jahiliah di Bukit Abi Qubais. Beliau tiga kali dibangunkan oleh jin yang mengabarkan bahwasannya telah datan utusan dari keturunan Lu’ay bin Gholib.

  • Berhala-berhala di dunia berjatuhan.

Semua berhala yang ada di bumi terjungkir pada malam kelahiran nabi. Bahkan di suatu desa ada berhala yang terjungkir sampai tiga kali dan tetap tidak dapat dikembalikan seperti semula.

  • Setan tidak bisa lagi mencuri kabar dari langit.

Sebelum lahirnya nabi setan bisa leluasa mencuri berita dari langit untuk kemudian mereka beritahukan kepada para dukun. Akan tetapi mulai malam kelahiran nabi mereka tidak bisa lagi mencuri berita tersebut, karena mereka dihadang oleh api yang siap dilontarkan setiap ada setan yang berusaha mencuri berita dari langit.

(Maqdum Alifur Rofiq/Ma’had Aly)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex