Maulid Nabi atau Lailatul Qadr?

Dalam Islam terdapat dua malam yang memiliki kemuliaan lebih besar daripada malam-malam yang lain, yaitu Lailatul Qadr dan Maulid Nabi. Namun, karena sama-sama memiliki kemuliaan, banyak yang menanyakan manakah malam yang lebih utama di antara dua malam tersebut?

Sebagian ulama menyebutkan, dalam pembahasan keutamaan Rasulullah SAW, malam Maulid Nabi lebih mulia daripada malam Lailatul Qadr. Namun, banyak yang mempersoalkan malam Maulid Nabi yang mana yang mulia? Malam kelahiran beliau yang asli atau malam yang kita peringati setiap tahun?

Pertanyaan tersebut sudah pernah menjadi pembahasan berpuluh-puluh tahun silam. Bahkan sudah ada literatur yang mencantumkan pembahasan tersebut, salah satunya kitab Mafahim Yajibu An Tushohhah karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki.

Malam Maulid Nabi yang mulia di sini merupakan malam kelahiran beliau yang asli. Malam tersebut sudah terlewat selama berabad-abad silam, bahkan sebelum adanya malam Lailatul Qadr. Bukan malam yang terulang dan kita peringati setiap tahun dan hanya duplikat dari malam kelahiran beliau yang asli.

Namun untuk saat ini, sudah pasti kalau malam Lailatul Qadr yang lebih utama, karena malam Maulid Nabi yang kita peringati setiap tahun hanya duplikat dan pengulangan. Ulama juga menyepakati hal ini, karena malam Lailatul Qadr terus ada dan keutamaannya tetap melekat. Sedangkan malam Maulid Nabi yang keutamaannya melebihi malam Lailatu Qadr, hanya malam di mana Rasulullah SAW lahir.

Penyebab Keutamaan Malam Maulid Nabi

Dalam kitabnya, Al-Mawahib Al-Laduniyyah,  ketika ada yang menanyakan kepada Imam Al-Qasthalani tentang mana yang lebih utama antara malam Lailatul Qadr dan malam kelahiran Nabi, beliau berpendapat bahwa malam Maulid Nabi lebih mulia daripada malam Lailatul Qadr.

“Jika engkau berkata, ‘Jika kami mengatakan bahwa Nabi SAW lahir di malam hari, maka mana yang lebih utama, malam Lailatul Qadr atau malam kelahiran Rasulullah SAW?’

Aku menjawab bahwasannya malam kelahirannya lebih utama daripada malam Lailatul Qadr dalam 3 hal:

Pertama, malam maulid merupakan malam kelahiran Rasulullah SAW dan malam Lailatul Qadr adalah malam yang Allah berikan kepadanya. Maulid lebih mulia karena kehadiran beliau lebih mulia daripada pemberian Allah untuk beliau. Dalam hal ini tidak ada perselisihan. Dengan pertimbangan ini maka malam maulid lebih utama.

Kedua, malam Lailatul Qadr mulia karena pada malam itu Allah menurunkan para malaikat dan malam maulid mulia karena pada malam itu Nabi Saw hadir/lahir. Perkara yang mulia karena kehadirannya di malam Maulid itu lebih utama daripada yang mulia karena turunnya malaikat di malam Lailatul Qadr.

Ketiga, kemuliaan malam Lailatul Qadr jatuh pada umat Rasulullah SAW dan kemuliaan malam maulid Nabi jatuh pada seluruh makhluk. Allah Azza wa Jalla mengutus Rasulullah SAW sebagai rahmat untuk seluruh alam sehingga berkah dan nikmatnya meyeluruh kepada makhluk. Sedangkan malam maulid bermanfaat secara universal. Maka malam maulid lebih utama.”

Dari paparan di atas kita dapat mengetahui, kenapa malam Maulid Nabi lebih utama daripada malam Lailatul Qadr. Kita juga mengerti malam Maulid Nabi mana yang keutamaannya melebihi malam Lailatul Qadr.

Semoga Rasulullah mengakui kita sebagai umatnya dan kelak kita dapat berkumpul bersama beliau di surga. Amiin. Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad.

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU