Peletakan batu pertama, ground breaking,pembangunan Masjid Suharti Arifin telah terlaksana pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Masjid ini merupakan hibahan dari PT. Polowijo Gosari Indonesia, Gresik, kepada Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata)
Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak terduga. Gus Drs. H. Khoiruddin, Ak. Msi. M.Pd selaku bendahara pondok menyebutnya sebagai hikmah kemacetan yang terjadi di Malang. Dari kemacetan yang biasanya orang tidak menyukainya ini pertemuan dan silaturahmi antara Pondok Pesantren An-Nur II dengan PT. Polowijo Gosari berlangsung.
Gus Drs. H. Khoiruddin, Ak. Msi. M.Pd mengatakan bahwa semua ini merupakan hikmah dan juga salah satu penyebab hubungan mereka ialah keindahan Gerbang Biru An-Nur II. “Hubungan kami dengan keluarga Bapak Jauhar Arifin adalah berkah dan hikmah dari kemacetan dan keindahan Gerbang Biru Pesantren Wisata.”

Awal kejadian yang tak terduga itu merupakan esensi dari sejarah pembangunan Masjid Suharti Arifin di lapangan timur An-Nur II ini. Kemudian dengan kesepakatan yang terjalin antara kedua belah pihak pada tanggal peringatan Kesaktian Pancasila, peletakan batu pertama terlaksana.
Jika menengok sambutan dari Ketua Yayasan Djariah Foundation H. Didik Pribadi Arifin, M.B.A. bertepatannya peletakan batu pertama dengan hari Kesaktian Pancasila ini semoga bisa benar-benar membuat sakti acara ini. Lalu, dalam sambutannya itu beliau berharap agar masjid yang beliau hibahkan ini bisa menjadi tempat bermanfaat bagi santri dan mendatangkan berkah.
Usaha Keras “Menyambut” Masjid Suharti Arifin

Acara peletakan batu pertama atau ground breaking ini terbilang mendadak, sehingga membutuhkan solidaritas panitia dan apiknya komunikasi pada seluruh panitia. Bapak Hanafi, kepala sekolah SMA An-Nur mengaku jika acara ini termasuk acara sukses walau mendadak.
Beliau mengatakan jika acara ini persiapannya hanya satu hari saja, sebelum hari eksekusi. Maka, kata Bapak Hanafi, keseriusan menjadi wajib ada di hati seluruh panitia. Kelelahan dan komunikasi sana-sini menjadi hal yang harus selama sehari penuh sebelum hari pelaksanaan.
Waktu yang hanya sebentar itu harus menjadi bermanfaat dengan seluruh persiapan sudah terpenuhi dan bisa membuat keluarga Bapak Didik kagum. Oleh karenanya, panitia berinisiatif membariskan santri-santri untuk menyambut kedatangan mereka. para santri berbaris mulai dari kebun binatang An-Nur II hingga lapangan timur tempat acara berlangsung.
Sambutan meriah tersebut berhasil membuat Bapak Didik terkesan. Bahkan Bapak Didik menyatakan seakan-akan dirinya adalah seorang presiden karena kemeriahan prosesi penyambutan dari para santri An-Nur II itu.
Gus Drs. H. Khoiruddin, Ak. Msi. M.Pd juga menyetujui hal tersebut. Beliau berkata, “Persiapan kami yang hanya terkesan tiba-tiba ini bisa membuat beliau merasa bahagia dan takjub.” Bapak Hanafi pun menegaskan, jikalau acara kali ini merupakan acara sukses kegiatan dan sukses acara. Jadi bisa membuahkan hasil berupa kagumnya Bapak Didik.
Hari ini, Gus Drs. H. Khoiruddin, Ak. Msi. M.Pd merasa bahwa ini menjadi pengalaman yang indah. Pengalaman indah di mana hari keluarga Bapak Didik Pribadi bisa datang ke An-Nur II. Beliau juga berkata bahwa kegiatan hari ini sudah mendapat berkah dari Allah SWT. Tandanya ialah turunnya hujan selepas acara. Gus Drs. H. Khoiruddin, Ak. Msi. M.Pd mengucapkan bahwasannya turunnya hujan ini merupakan cucuran berkah dari Allah SWT.
(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)