Studi Banding Penghafal Quran ke Pesantren Wisata

Quran

“Kami sangat tertarik dari program yang disediakan pesantren ini, di antaranya adalah pengembangan tahfidzul qur’an Pondok An-Nur II putra,” jelas Ustaz Khofif, M.Pd, kepala sekolah SMA Tahfiz Pondok Pesantren Darul Ulum, Banyuanyar, Madura dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata).

Kamis malam (17/2/22), bertempat gedung lantai dua pendopo Pondok An-Nur II dan dihadiri 180 santri dan dua puluh guru pembimbing, studi banding yang bertujuan demi meningkatkan kualitas dan mutu dari program tahfiz Al-Quran SMA Tahfiz Pondok Pesantren Darul Ulum itupun berlangsung dengan khidmat mulai pukul 20.00 WIB.

Mulai dari Presentasi sampai Penampilan Para Penghafal Quran

MC (Master of Ceremony) membuka acara sekitar pukul 20.00 WIB. Ustaz Khofif M.Ag, kepala sekolah SMA Tahfiz PP. Darul Ulum dan Dr. KH. Fathul Bari, S.S, M.Ag segera dipersilakan untuk memberi sambutannya secara bergantian.

Seusai saling memberikan sambutan, kedua perwakilan dari setiap lembaga tersebut tak lupa untuk memberikan masing-masing cendera mata kebanggaannya sebagai tanda rasa hormat atas terselenggaranya acara.

Selepas pemberian cendera mata, sesi segera memasuki inti acara. Dua presenter dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nur II maju ke podium yang berada di panggung acara. Mengenakan pakaian koko putih dan sarung An-Nur II, dengan bangga kedua presenter itu menjelaskan secara detail kesiapan program Tahfiz Putra An-Nur II melalui layar proyektor yang telah disediakan.

Setelah selesai menjelaskan program unggulan tahfiz An-Nur II, tak lupa juga, para presenter yang bertugas tersebut untuk membuka sesi tanya-jawab. Menanggapi dibukanya sesi pertanyaan, tiga orang santri PP. Darul Ulum pun terlihat segera mengacungkan tangan dan menanyakan sesuatu.

Selang beberapa saat seusai pengajuan pertanyaan, kedua presenter itupun menjawab satu per satu pertanyaan yang diajukan para santri PP. Darul Ulum Banyuanyar.       

Sebelum menginjak pemungkas acara, sesi acara terlebih dulu diisi oleh penampilan dari perwakilan santri tahfiz An-Nur II, Mahendra Zaki Wardana. Dalam penampilannya, Zaki kebagian mandat untuk membacakan surah Al-Fatihah dengan metode pembacaan qiroah ‘asyaroh. Berselingan dengan ragamnya nada bacaan qiroah ‘asyaroh, nampak penonton menyimaknya dengan khidmat tanpa rasa bosan.

Orasi Ilmiah dan Ketertarikan Melihat Pesantren Wisata

Lepas penampilan ragam nada bacaan Al-Quran itu usai, kini giliran Ustaz Lintar Bayu untuk memberikan orasi ilmiah ke atas podium.

Dengan nada tegas namun masih diselingi candaan di sela-sela orasinya, secara tak langsung, beliau mampu membius perhatian para audiens dengan materi orasi keutamaan Al-Qurannya—lengkap dengan pembahasan perihal panyangkutan keutamaan Al-Quran dengan lailatul qodr.

Selain itu, dalam orasi ilmiah tersebut, beliau menjelaskan, bahwa dalam hal kepesantrenan, sebetulnya potensi Pondok Banyuanyar dan An-Nur II memiliki kesamaan dan tidak jauh beda.

Hal ini bisa kita tinjau, ketika fakta masing-masing pondok mengatakan tidak diperbolehkannya di lingkungan sekolah, maupun pesantrennya. “Kita ini tidak jauh beda,” tegas Ustaz Bayu dalam selingan orasinya. Setelah orasi ilmiah berakhir, acara pun ditutup dengan doa yang diikuti khidmat oleh seluruh jemaah.

Selain menaruh ketertarikan dengan program tahfiz An-Nur II, rupanya pihak PP. Darul Ulum juga memiliki rasa dan minat untuk memelajari An-Nur II dari sektor kreasi dan inovasinya sehingga dijuluki “Pesantren Wisata. “Di sini dikenal dengan ‘Pesantren Wisata’, ituu merupakan hasil dari usaha yang sangat luar biasa,” ucap Ustaz Khofif.

(Riki Mahendra Nur Cahyo/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU